Penerapan Pembelajaran Daring Dinilai Tepat Pimpinan Dewan

0
27
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pati, H. Hardi

SAMIN-NEWS.com, PATI – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pati, H. Hardi menilai keputusan pemerintah setempat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring tepat. Pasalnya, belakangan ini penularan konfirmasi Covid-19 cukup tinggi.

Pemerintah memutuskan menerapkan pembelajaran daring dimulai tanggal 14 Februari 2022 sampai dengan kondisi dinyatakan aman. Atau sudah berjalan sepekan pembelajaran daring hingga saat ini. Dimana sebelumnya, Pemkab menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Menurut Hardi, pembelajaran daring bisa meminimalisir potensi penularan Covid-19 di lingkungan pendidikan. Karena, baik anak-anak maupun guru tidak berada dalam suatu kerumunan.

“Terkait pembelajaran daring, itu memang harus dilaksanakan ya. Nanti kalau berkerumun justru menambah potensi penularan. Kalau tidak daring, buat anak-anak tidak pas,” terangnya beberapa hari lalu.

Terkait dengan pelaksanaan pembelajaran daring, ia mengatakan gugus tugas telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Hal ini agar diteruskan ke masing-masing sekolah.

“Kebijakan yang diterapkan daring oleh pemerintah ini sudah tepat. Gugus tugas sudah mengeluarkan surat untuk penerapan daring ke Kemenag dan ke Disdik,” terang Hardi yang juga Ketua DPC Partai Gerindra.

Ia menambahkan, pembelajaran boleh saja dengan metode tatap muka pada saat kondisi aman. Sebelumnya, ketika level 1 tatap muka biasa saja tak ada masalah. Namun ini beda, sekarang Kabupaten Pati masuk asesmen ppkm level 3.

“Kendati begitu, saat ini tidak cukup parah dibanding di bulan Juli 2021. Bulan tujuh itu parah, hampir semua kena pilek batuk. Alhamdulillah sudah reda,” pungkasnya.

Berdasarkan data perkembangan Covid-19.patikab, per Jumat (18/2) total kasus konfirmasi aktif sebanyak 956 dengan rincian 737 isolasi dan 219 terkonfirmasi atau dirawat.(adv)