Sejarah Kamis Kliwon; Akhirnya Bangunan di Kompleks LI Rata Tanah

0
1121
Pergerakan pasukan untuk masuk ke kompleks Lorong Indah (LI) yang diadang massa dengan pembakaran ban tak jauh dari ujung lorong tersebut.(Foto:SN/dok-gas)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Hari berdasarkan perhitungan Jawa saat ini, adalah ”Kamis Kliwon” nggap sebagai hari baik yang satuannya Kamis (8) dan pasarannya juga (8) sehinggap jika dijumlah menjadi (16). Dengan demikian, dianggap cocok untuk untuk melakasanakan atau memulai kegiatan besar, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, pagi-pagi sekali, Kamis (3/Februari) 2022 harus sudah memulai pembongkaran bangunan di Kompleks Lorong Indah (LI) Dukuh Bibis, Desa Kecamatan Margorejo.

Bahkan berdasarkan keterangan yang dihimpun ”Samin News”, persiapan pelaksanaan pembongkaran sudah dimulai dengan rapat persiapan dan brifing untuk petugas di lapangan oleh Bupati Haryanto dan Wakil Bupati Saiful Arifin bersama jajaran Forkomimda, pada pukul 03.00 dinihari. Kemudian pukul 05.00 bergerak menuju ke lokasi sasaran, di mana Bupati Haryanto juga tetap berada dalam rombongan sebagai ujung tombak.

Saat pergerakan pasukan hendak memasuki ujung lorong di sisi kiri Pasar Hewan Margorejo, di lokasi tersebut sudah siap melakukan pengadangan banyak massa untuk mencegah agar pasukan tidak bergerak masuk. Hal itu di antaranya, termasuk kelengkapan alat berat dua buah ekskavator dan satu unit ekskavator loader, sehingga kelompok massa tersebut melakukan pembakaran ban bekas.

Akan tetapi kobaran api itu, akhirnya berhasil dipadamkan, sehingga rombongan Bupati dan pergerakan pasukan dari semua unsur jajaran, baik TNI/Polri termasuk dari Kompi Brimob dengan berkendara lengkap berhasil mendekati lokasi. Sedangkan pelaksanaan pembongkaran mulai berlangsung sekitar pukul 06.00, dan massa pun kembali kumpul di perempatan tengah sawah sebelah kandang ayam atau juga jalur menujuk kompleks Kampung Baru (KB) dan Ngemblok juga di Margorejo, jika dari ujung lorong belok kanan.

Tidak hanya itu, jajaran personel dari Satpol PP dipimpin Kasat Pol PP, Sugiyono AP MSi juga mengerahkan personel jajarannya secara berlapis. Tak ketinggalan, jajaran Linmas, petugas dari PLN yang harus mematikan daya di jaringan tersebut juga tak ketinggalan, sehingga jumlah personelnya sesuai rencana tidak kurang dari 800 orang, dan tak ketinggalan pula dengan petugas jajaran lain seperti Sub-Denpom, bahkan jumlah seluruhnya tidak kurang dari 1.000 orang.

Di perempatan tengah sawah dekat dengan kandang ayam, menuju kompleks LI kembali terjadi konsentrasi massa yang hendak ikut masuk ke kompleks tersebut tapi diadang petugas.(Foto:SN/aed)

Setelah pergerakan pasukan dan rombongan Bupati berhasil memasuki kompleks LI di perempatan tengah sawah dekat kandang ayam, kembali terjadi konsentrasi massa yang hendak menyusul masuk ke kompleks tersebut. Jarak antara perempatan dengan kompleks masih sekitar 1.250 meter, tapi petugas meminta mereka lebih baik kembali saja.

Dalam kesempatan tersebut, ”Samin News” yang tidak bersama rombongan pasukan pun sempat tertahan di perempatan. Sebab, salah seorang personel dari Satpol PP, yang mengaku bernama Saiful tidak memperbolehkan masuk dengan dalih, bahwa dari media sudah ada yang mewakili, termasuk dari Humas, tapi akhirnya teman dari BIN yang mengantar sampai ke lokasi dengan menggunakan motor.

Kelompok personel Satpol PP Pati yang salah satu personelnya  menghalang-halangi awak media untuk menajalankan tugasnya di perempatan tengah sawah menuju LI, di dekat kandang ayam.(Foto:SN/aed)

Sementara rombongan dari Nahdlatul Ulama (NU) yang berkendara roda empat, saat tiba di tempat itu juga tidak bisa melanjutkan perjalanan. Sebab, di perempatan tersebut juga dipadati oleh massa yang memang tidak diperbolehkan masuk ke kompleks tersebut, sehingga akhirnya rombongan ini diojek oleh kendaraan pelat merah Satpol.

Sesuai informasi pembongkaran yang mulai dilakukan di hari Kamis Kliwon pukul 06.00, di mana salah satu ekskavator terlebih dahulu menggempur deretan bangunan di Lorong I. Tepatnya bangunan nomor urut 2 di sisi utara lorong, ke ke timur hingga hitungan empat deret berikutnya, tapi rumah yang paling ujung atau urut 1 belum tersentuh.

Alat berat jenis ekskavator saat merombohkan bangunan di deretan lorong I Kompleks Lorong Indah, Dukuh Bibis, Desa /Kecamatan Margorejo, Kamis (3/Februari) 2022 hari ini.(Foto:SN/aed)

Dengan demikian, bangunan terbuka yang selama kompleks LI masih buka difungsikan sebagai tempat parkir atau penitipan motor pengunjung masih utuh, dan juga belum tersentuh. Sedangkan menurut Kasat Pol PP Kabupaten Pati, Sugiyono AP MSi jumlah alat berat yang akan masuk ke lokasi untuk melakukan pembongkaran jumlahnya ada 8 unit.

Akan tetapi untuk sementara yang datang baru dua unit, ditambah satu unit lainnya jenis loader, dan berikutnya akan segera menyusul, karena masih dalam perjalanan. ”Berkait dengan  sikap personel anggota dalam menjelankan tugas, kami sebagai atasannya memintakan maaf,”tandasnya.