Peringati HPSN, DLH Gelar Pungut Sampah di Trangkil

0
33
Peringati HPSN, pegawai DLH Pati ramai-ramai melakukan pemungutan sampah di Trangkil

SAMIN-NEWS.com, PATI – Seluruh pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati ramai-ramai melakukan pemungutan sampah liar. Ini merupakan bentuk kegiatan dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2022 yang dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Krandan dan Rejoagung Kecamatan Tangkil, Kamis (17/2/2022).

Kepala DLH Pati, Tulus Budiharjo menjelaskan HPSN kali ini mengusung tema “Kelola Sampah, Kurangi Emisi, Bangun Proklim”. Setidaknya pada tema itu mengandung beberapa poin, di antaranya pengelolaan sampah, pengendalian perubahan iklim dalam hal pengurangan emisi pada program kampung iklim (Proklim).

“Melakukan pemungutan sampah liar di dua desa itu, lalu dilanjutkan dengan memasang papan peringatan yang bertuliskan dilarang membuang sampah sembarangan dengan sanksi hukum yang berlaku,” ujarnya.

HPSN 2022 diharapkan menjadi platform sebagai media untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh stakeholder terhadap pemilahan sampah. Kemudian, memperkuat komitmen untuk melaksanakan aksi-aksi lokal adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Selanjutnya, kata Tulus HPSN ditujukan untuk memberikan sosialisasi edukasi tentang pengelolaan sampah dan proklim bagi masyarakat. Pihaknya juga melakukan penguatan peran pemerintah, masyarakat dan pihak terkait dalam pengelolaan sampah yang komprehensif untuk memperkuat aksi nyata pengendalian perubahan iklim.

Maka, pihaknya mendorong pengelolaan sampah secara benar. Seperti pemilahan sampah antara organik dan anorganik maupun pemilahan berdasarkan sumbernya.

“Pengelolaan sampah sebaiknya dipilah dari rumah atau sumbernya, yang organik dijadikan kompos dan anorganik ditabung ke bank sampah unit terdekat dan sisanya dibuang ke TPS atau tempat sampah,” jelasnya.

Di sisi lain, dengan tertibnya pengelolaan sampah itu platform HPSN dengan tema tersebut bisa terwujud. Namun, yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah tersedianya sarana pengelolaan sampah itu di masing-masing titik, desa, maupun di tempat publik.

“Semoga ke depannya setiap desa mempunyai sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang baik seperti bank sampah, TPS dan pengangkut sampah,” pungkas Tulus.