Pepohonan di Kawasan Lingkungan TPA Perlu Dilakukan Penataan

0
38
Pepohonan yang ditanam di lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, perlu dilakukan penataan agar tanaman lain juga bisa tumbuh maksimal.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Di kawasan lingkungan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, selama ini tumbuh banyak jenis pepohonan sehingga membutuhkan perhatian khusus. Yakni, dari kalangan pihak pengelola yang sekarang ini di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, agar ke depan kondisi lingkungan tersebut benar-benar bisa maksimal.

Sebab, banyak jenis pepohonan yang ditanam dari awal tujuannya memang untuk menciptakan lingkungan di kawasan perbukitan Patiayam tersebut jangan sampai gersang. Hal itu mengingat, di kiri kanan sekitarnya yang merupakan lahan tegalan milik warga selalu tak pernah lepas dari upaya untuk menananam ubi kayu/ketela pohon.

Akibatnya, papar beberapa pemerhati kawasan tersebut, sudah tepat jika ada pihak-pihak yang selama ini menaruh perhatian TPA itu dengan menanaminya pohon-pohon berdaun lebat. Dengan demikian, setelah pohon itu tumbuh besar dan berdaun rimbun, hal itu paling tidak membantu penyerapan udara oleh bau sampah yang sudah mulai membusuk.

Akan tetapi di sisi lain, di bawah tegakan pohon yang umurnya sudah lebih dari empat tahun tersebut masih terdapat tanaman buah-buahan lainnya. ”Seperti yang di sisi utara dan barat lubang pembuangan sampah misalnya, untuk tegakan pohon berdaun rimbuh sudah besar dan tinggi, karena jenisnya sengon,”ujar salah seorang di antara mereka, Edy Respati.

Tanaman sengon di bagian tepi kawasan lingkungan TPA Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, tumbuh mendominasi lokasi tanam sehingga tanaman lain di bawahnya tak bisa berkembang.(Foto:SN/aed)

Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, dia mengusulkan agar pihak yang berkompeten mulai menata kembali pepohonan yang sekarang sudah tumbuh besar tersebut. Yakni, untuk pohon sengon lebih baik diremajakan, kemudian nanti diganti tanaman jenis sama yang baru sehingga proses tumbuhnya kembali tentu membutuhkan waktu lebih dari dua tahun.

Dengan demikian, pohon lain di bawahanya, terutama yang pohon buah bisa ganti tumbuh secara maksimal sampai nanti siap berbuah, pohon sengon pengantinya sudah mulai tumbuh maksimal pula. Sebab, dari pohon buah di bawahnya terlihat ada pohon alpukat, nangka, sirsak, cempedak juga melinjo serta sukun, dan pisang jenis cavendis.

Pohon buah-buahan itu tidak bisa tumbuh maksimal, karena berada di bawah rindangnya pohon sengon yang memang menjulang tinggi tersebut. ”Karena itu, dampaknya pohon buah memang tetap tumbuh hanya tidak bisa maksimal, dan juga susah untuk berbuah,”paparnya.

Diminta tanggapannya berkait hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Mukhamad Tulus Budiarto menyatakan sependapat, karena setiap pohon yang tumbuh di lingkungan ini harus tetap terjaga keberadaannya. ”Kalau harus ada yang perlu diremajakan, kami akan melakukan pengecekan satu per satu ke lokasi,.”imbuhnya.