Penenggak Miras Oplosan di Jepara yang Meninggal Bertambah 3 Menjadi 7 Orang

0
176

SAMIN-NEWS.com, JEPARA – Pesta minuman keras (Miras) oplosan yang berujung maut di Jepara, jumlah korban yang meninggal bertambah tiga orang, sehingga semuanya menjadi tujuh orang. Senin (31/Januari malam (semalam) sekitar pukul 23.00, Mhd (18) warga RT 3/RW 6 Desa Karanggondang yang semoat dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadirin, nyawanya juga tak berhasil diselamatkan.

Sedangkan sebelumnya, Sw (17) warga RT 5/RW 6 Desa Srobyong juga meninggal di RSI Sultan Hadirin Jepara, Senin malam sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut diagnosis dokter yang merawat, mereka meninggal karena intoksidasi alkohol.

Sementara hingga Selasa (1/Februari) 2022 pagi tadi, dua orang peserta pesta miras oplosan lainnya masih dirawat di rumah sakit yang sama. Masing-masing, adalah D dirawat di ruang Mina dan Ar masih berada di ruang ICU, dan satu remaja lainnya juga asal Desa Karanggondang masih dirawat di Rumah Sakit Graha Husada Jepara.

Adapun korban miras oplosan yang meninggal dari Desa Srobyong, yaitu Iah (18), warga RT 3/RW 01. Yang bersangkutan meninggal saat dirawat di ruang Anggrek RSUD RA Kartini, serta Sw penduduk RT 5/RW 6 Desa Srobyong.

Sebelum itu, pesta miras oplosan yang berlangsung di Cafe LJ Dukuh Ploso, Desa Karanggondang telah merenggut nyawa empat pemuda, asal desa setempat. Mereka adalah JR, warga RT 1 RW 6, berikutnya Vk tinggal di RT 3/RW 6 yang meninggal di rumahnya, Minggu malam, dan korban berikutnya adalah Sg warga RT 6/RW 9, serta Dz warga RT 3/RW 6, semunya di Desa Karanggondang.

Para korban itu menenggak miras oplosan di rumah W, di Dukuh Ploso, RT 5/RW 6 Desa Karanggondang yang disulap menjadi Cafe LJ. Pesta miras oplosan itu berbuntut melayangnya tujuh nyawa pemuda, yaitu 5 orang asal Desa Karanggondang, dan 2 lainnya asal Desa Srobyong itu, dimulai sekitar Jumat (28/Januari) 2022 malam.

Terpisah sebuah sumber lainnya menjelaskan, para remaja berusia belasan tahun ini terdiri dari beberapa rombongan, baik dari Desa Karanggondang, Srobyong, Sianggul, Sekuro maupun Bondo. Jumlahnya ada sekitar 15 orang, dan bahkan beberapa orang di antaranya juga ada gadis remaja.(hp)