Meski Daring Tak Efektif, Faktor Kesehatan Tetap yang Utama

0
61
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Muntamah

SAMIN-NEWS.com, PATI – Meski pembelajaran secara daring kurang efektif, namun tidak ada kata ditolerir untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Begitulah kiranya kondisi pendidikan di daerah Pati atas perkembangan penyebaran Covid-19 saat ini.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Pati, Muntamah menyatakan secara prinsipil untuk saat ini kesehatan masyarakat merupakan yang utama. Menghentikan PTM lalu diubah ke daring sebagai upaya pemerintah untuk menjaga rakyatnya dari paparan terpapar virus.

“Kehatian hati-hatian dan antisipasi sangat penting, kendati PJJ memang belum bisa se-efektif (saat) PTM,” ujar Muntamah kepada Samin News, Selasa (22/2/2022).
Dia mengaku mendukung kebijakan Pemkab Pati terkait dengan penghentian sementara PTM. Penghentian PTM di Pati berlaku mulai tanggal 14 Februari 2022 sampai dengan kondisi dinyatakan aman.

Pemkab Pati menerbitkan edaran aturan pembelajaran di saat pandemi yang tertuang dalam SE Bupati Pati nomor 440/426 tentang Penghentian Sementara Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Pati.

Selain menghentikan PTM sementara, di aturan itu juga melarang adanya kegiatan wisata sekolah. Politisi PKB ini menilai wisata sekolah sangat tidak tepat dilaksanakan di tengah kondisi tren peningkatan konfirmasi Covid-19.

Oleh sebab itu, ia mendorong semua pihak mendukung kebijakan PTM. Tapi, di sisi lain dirinya juga meminta sarana pembelajaran daring terfasilitasi. Baik itu dari pemerintah, guru hingga orang tua.

“Pemerintah punya tanggungjawab sarana dan prasarana PJJ tercukupi, para Guru mempersiapkan PJJ dengan sungguh-sungguh, serta dari orang tua siswa harus mendukung anaknya dalam belajar online,” terangnya.

Muntamah mengingatkan, agar pembelajaran bisa secara tatap muka kembali harus ada kesadaran masyarakat dalam mengikuti vaksinasi. Ketika persentase vaksinasi cakupannya tinggi, kemungkinan besar masyarakat imunnya kuat dan tidak rentan. Sejalan dengan itu bisa kembali diterapkan PTM secara langsung.

“Kemudian menerapkan prokes secara ketat dan membudayakan hidup sehat, seperti asupan makanan yang seimbang , olah raga secara rutin dan istirahat yang cukup,” tandasnya.(adv)