Haryanto Minta Bidan Desa Vaksin 10 Lansia Per Hari

0
38
Bupati Pati, Haryanto meminta kepada bidan desa untuk menyuntikan vaksin kepada 10 lansia setiap hari

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pemerintah Kabupaten Pati meminta bidan desa terlibat dalam vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat. Sebab, capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua maupun vaksinasi dosis kedua bagi lansia menjadi indikator penurunan level asesmen PPKM di daerah.

Bupati Pati, Haryanto memberikan tanggung jawab bahwa setiap bidan minimal menyuntikan vaksinasi kepada 10 lansia per hari. Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mensukseskan upaya tersebut.

“Kalau lebih (10 dari target) malah boleh bagus itu. Bisa ditanyakan ke DKK, ini sudah kok untuk vaksinasi kedua bagi vaksin dosis kedua lansia,” terang Bupati Haryanto usai menghadiri rapat Paripurna di kantor DPRD, Jumat (25/2/2022).

Dosis kedua bagi lansia di Kabupaten Pati baru mencapai 46 persen. Padahal, katanya minimal membutuhkan 60 persen untuk menurunkan level PPKM di daerah. Sementara untuk saat ini di Kabupaten Pati masuk asesmen PPKM level 3.

Ia menyebut dengan tanggungan yang dibebankan kepada bidan desa itu capaian 60 persen dalam waktu dekat bisa terwujud. Setiap bidan dari 401 desa itu masing-masing 10 lansia setiap hari. Hal ini dirasa cukup mudah bagi bidan, lantaran mengetahui data bagi lansia yang belum tervaksin di wilayahnya sendiri.

Di sisi lain, lantaran Kabupaten Pati berada di level 3 pendidikan belum dijalankan secara tatap muka (PTM). Karena memang untuk menjalankan PTM, setidaknya daerah berada di wilayah yang aman dan rentan dari penularan Covid-19.

Dari pada itu, Haryanto mengatakan PTM di Pati akan dievaluasi minggu depan awal Maret. Sebab tren peningkatan Covid-19 ini diakui naik-turun. Andaikata bisa PTM, namun tidak menyeluruh semua sekolah melainkan PTM terbatas dengan melihat perkembangan selanjutnya bisa diterapkan 100 persen.

“Sebab kasus konfirmasi Covid-19 cukup banyak, sebelumnya terdapat 59 tapi kemarin ada 200. Karena itu kita ndak berani, sebab yang kena adalah anak-anak. Tidak hanya lansia, tapi yang kena muda-muda juga banyak,” tandasnya.