Gotong Royong TNI/Polri Bantu Warga yang Rumahnya Dilanda Puting Beliung di Tayu

0
58
TNI di jajaran Koramil Tayu dan juga personel jajaran Polsek setempat, saat melakukan gotong royong sinergitas TNI/Polri membantu warga di Tayu yang rumahnya rusak diterpa angin puting beliung, Senin (21/Februari) 2022 siang kemarin.(Foto:SN/dok-ris)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kapolsek Tayu, Iptu Aris Pristianto SH MH bersama Danramil setempat Lettu Inf Suwoyo, Selasa (22/Februari) mulai pukul 09.00 WIB tadi pagi, memimpin langsung gotong royong sinergitas TNI/Polri. Hal tersebut dilaksanakan bersama warga di Desa Tayu Kulon dan Tayu Wetan juga masing-masing bersama personel jajarannya , sebanyak sepuluh orang.

Sedangkan kegiatan bersama yang dilaksnakan itu, tak lain membantu warga yang bagian atap rumah tinggalnya porak-poranda disapu angin puting beliung. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa pada Senin (21/Februari) 2022 kemarin siang sekitar pukul 12,00, angin puting beliung menerpa rumah warga di Kecamatan  Tayu.

Akibatnya, ratusan rumah warga yang bagian atap genteng maupun galvalum mengalami kerusakan yang membutuhkan penanganan secepatnya. ”Karena itu, kami bersama jajaran TNI hari ini, langsung turun tangan membantu warga yang mengalami musibah tersebut, agar bisa kembali berfungsi seperti sedia kala,”ujarnya.

Perbaikan atap genting rumah warga oleh TNI/Polri bersama masyarakat yang mengalami musibah angin puting beliung di Desa Tayu Wetan dan Tayu Kulon, Kecamatan Tayu.(Foto:SN/dok-ris)

Musibah tersebut, lanjutnya, selain menimpa warga di Tayu Kulon dan Tayu Wetan juga dialami pula warga di Desa Keboromo, dan Sambiroto. Dengan demikian, diharapkan warga desa yang bersangkutan juga bisa saling membantu lingkungan sekitarnya, agar kondisi rumah warga yang bagian atapnya mengalami kerusakan bisa segera terbenahi.

Apalagi saat ini untuk kondisi cuaca juga masih musim hujan, sehingga sewaktu-waktu turunnya hujan pun tak bisa dihindari, tapi warga pun hendaknya selalu berdoa memohon agar dihindarkan dari datannya musibah. Sedangkan bagian lain yang juga harus mendapat perhatian, yaitu pepohonan yang ada di dalam lingkungan sekitar rumah yang dinilai membahayakan juga dilakukan seperti imbasan.

Karena itu, dalam bergotong royong tersebut yang dilakukan tidak hanya memasang/mengganti genteng yang rusak, tapi juga membersihkan sisa-sisa pecahan gengteng. ”Tak ketinggalan, upaya membersihkan ranting dan cabang pohon yang masih berserakan pun kami lakukan bersama warga,”imbuh Aris Pristianto.