Gedung Lab TKRO SMK Muhammadiyah 1 Pati Diresmikan

0
135
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pati, Moh Asnawi
Paduan suara dari siswa SMK setempat saat acara peresmian gedung Lab TKRO

SAMIN-NEWS.com, PATI – Gedung Lab TKRO (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif) SMK Muhammadiyah 1 Pati diresmikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir pada Sabtu (5/2/2022).

Acara peresmian Lab TKRO ini selain dihadiri PWM Jateng, juga dihadiri Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pati serta Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah setempat.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kasi SMK, Sukarno menyatakan institusi pendidikan Muhammadiyah khususnya SMK di Kabupaten Pati belakangan ini ada grafik yang naik. Jumlahnya sekitar lebih dari 100 SMK se-Pati. Maka, SMK Muhammadiyah 1 Pati perlu mempunyai keunggulan yang tak dimiliki SMK lainnya.

Kasi SMK pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Sukarno saat memberikan sambutan

“Muhammadiyah di Pati yang cukup fokus itu di (jenjang) PAUD dan SD, kelihatan di tingkat SMP terputus. Seandainya dari SD bisa linear itu, sarannya perlu ada keunggulan di luar kompetensi yang ditawarkan sekaligus untuk media promosi,” katanya.

Sejalan dengan itu, Ketua PDM Pati Moh Asnawi mendukung perkembangan yang sedang dirintis SMK Muhammadiyah. Evaluasi bagaimana membangun pendidikan yang linear dan bersinergi, saling menguatkan dari SD, SMP hingga SMA.

“Membangun by step, perlu konsisten dan konsekuen maka perlu improvisasi untuk usaha pengembangan itu. Adanya program SMK unggulan, kami harap tentunya suport sepenuhnya dari semua pihak,” ucap Asnawi.

Sedangkan Ketua PWM Jateng, Tafsir menegaskan untuk mengembangkan bidang-bidang di Muhammadiyah, seperti pendidikan maupun lainnya harus mempunyai pemikiran kreatif dan tidak boleh biasa-biasa saja.

“Orang Muhammadiyah yang tidak boleh biasa-biasa saja, harus reformis, inovatif, kreatif membangun kemajuan. Menjadi pusat unggulan, bagaimana pendidikan, Rumah Sakit, bisa menjadi pilihan masyarakat,” kata Tafsir saat peresmian.

Menurutnya, warga Muhammadiyah hanya ada dua opsi yang menjadi pilihan untuk diambil, yakni pertama maju atau kedua tidak usah sama sekali kalau tidak bisa bikin kemajuan. Termasuk, ketika di sekolah dikelola dan dikemas dengan ide kreatif sehingga seseorang akan tertarik melihatnya.

“Dalam kaidah fiqih, orang menilai itu dari yang nampak, orang akan bagaimana tertarik jika tak melihat. Tapi bukan berarti yang tak nampak (di dalam) tidak penting,” tandasnya.