Audiensi dengan DPRD, Kades Usulkan Kenaikan Insentif

0
129
Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Desa mendesak pemerintah Kabupaten Pati agar tunjangan atau pun intensif bagi kades dan Perangkat Desa agar dinaikkan. Ini diusulkan puluhan Kades saat audiensi dengan pimpinan DPRD Pati agar disampaikan ke jajaran eksekutif.

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin menjelaskan bahwa permintaan Kepala Desa mengusulkan perangkat desa, mulai dari BPD, RT dan RW intensifnya agar dinaikkan. Intensif yang diterima oleh Rt dan RW saat ini dari Rp500 ribu agar ditambahi. Begitu juga dengan BPD minta ditambahi.

Pihaknya menyatakan terkait usulan penambahan nominal intensif yang diterima bagi Kades dan Perangkatnya melihat kemampuan keuangan APBD. Sebab, eksekutif dalam hal ini perlu juga mengkaji dan menganalisis seberapa besar anggaran yang dimiliki.

“Terkait penambahan ini berapa, ya itu agar dipertimbangkan dengan kemampuan keuangan oleh pemerintah daerah biar dikaji,” ujar Ali Badrudin usai menerima audiensi dengan Kades.

Terkait dengan permintaan kades yang mengusulkan penambahan insentif ini, Ali mengaku hanya sekedar memfasilitasi aspirasi desa. Pasalnya, DPRD menurutnya tidak mempunyai kewenangan akan hal itu.

“Kita tidak bisa menyebutkan menambahi sekian kan tidak bisa. Karena itu bukan domain kami, sebab kami hanya menyampaikan memfasilitasi teman-teman kades kepada jajaran eksekutif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa (Pasopati), Pandoyo mengatakan intensif yang diterima oleh kades beserta perangkatnya sangat kecil. Apalagi mengingat keberadaan kades hingga RT dan RW mempunyai peran yang signifikan untuk menyampaikan kebijakan pemerintahan di atasnya.

Pandoyo melanjutkan, tunjangan kinerja bagi kades dan Perangkat Desa di Kabupaten Pati tertinggal dari daerah lain. Ia menyebut di Kabupaten Rembang misalnya dinilai sudah layak. Maka dari itu, dirinya meminta kenaikan intensif agar direalisasikan oleh pemerintah Kabupaten Pati.

“Tunjangan BPD, RT dan RW itu yang diterima terlalu minim. Maka diperjuangkan kades agar ada penambahan tunjangan yang diterima bagi mereka,” ujar Pandoyo.(adv)