Warga Diminta Bersabar atas Kerusakan Ruas Jalan Gembong-Pati

0
96
Kerusakan ruas jalan Gembong-Pati terjadi karena bila turun hujan air mengalir di atas badan jalan.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Berkait dengan rusaknya ruas jalan Gembong-Pati, utamanya setelah lepas dari depan SMPN Gembong turun ke Pati, warga atau para pengguna jalan hendaknya sedikit bersabar. Sebab, hujan masih terus mengguyur setiap hari dan bahkan kadang-kadang juga cukup deras, sehingga upaya untuk melakukan perbaikan menghadapi kendala.

Paling tidak, papar Kepala Seksie (Kasie) Jalan Bidang Binamarga DPUPR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, untuk langkah awal penanganannya yang bisa dilakukan, adalah tambal sulam. Yakni, menutup lubang yang ada, maka pihaknya harus berkoordinasi dengan bagian pemeliharaan untuk mempersiapkan hal itu.

Akan tetapi kendalanya, tiap hari turun hujan terus berkelanjutan sehingga kondisi tersebut tentu tidak mungkin jika harus melakukan penambalan pada lubang yang ada, mengingat material yang digunakan adalah campuran pasir dengan aspal. ”Agar bisa benar-benar melekat, maka material tersebut harus dipanaskan/digoreng lebih dahulu,”ujarnya.

Beginilah kondisi ruas jalan Gembong-Pati bila turun hujan deras.(Foto:SN/aed)

Kendati demikian, lanjutnya, jika aspal panas tersebut digunakan untuk menambal/menutup lubang kemudian diguyur derasnya hujan, maka jika ada beban kendaraan melintas di atasnya kemudian tergaruk ban kendaraan berulang-ulang, akhirnya tetap akan kembali lepas. Karena itu, lebih baik penambalan dilakukan saat cuaca sedang cerah, tapi juga harus menunggu jika musim hujan selesai.

Karena itu, untuk sementara para pengguna jalan agar lebih bersabar, dan bila berkendara saat melintas di jalan yang rusak hendaknya hati-hati tidak perlu melaju dengan kecepatan tinggi. ”Lebih-lebih bagi pengendara motor, baik melintas saat turun hujan maupun setelah reda, apalagi pada malam hari,”imbuhnya.

Terpisah, beberapa pengguna jalan saat dimintai tanggapan menyampaikan, pihak yang berkomoeten diharapkan bisa menyediakan saluran pembuang di ruas jalan yang sering menjadi tempat lewat/mengalirnya air hujan. ”Selain lepas dari SMP, adalah ruas jalan turunan di Towelo, di mana di sisi kanan sudah terdapat sejumlah lubang di bahu jalan sebagai dampak dari gerusan mengalirnya air hujan,”ujar salah seorang di antara mereka, Sarwi, warga Desa Pohgading, Kecamatan Gembong.