Tim SAR Relawan Tunggulwulung Menuntaskan Tanam Mangrove ”Mageri Segara”

0
59
Penempatan bibit pohon mangrove yang akan ditanam di Pantai Cinta Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti dan Pantai Banyutowo, kecamatan setempat dilakukan dengan estafet.(Foto:SN/dok-tw)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Mengingat banyaknya peserta tanam bibit mangrove di Pantai Cinta Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti dan di Pantai Banyutowo, kecamatan setempat, tidak tertutup kemungkinan ada bibit yang tidak terbawa sampai di lokasi tanam. Sebab, dari tempat penurunan bibit yang mencapai 10.000 batang itu dilakukan secara estafet.

Karena itu, Tim SAR Relawan Tunggulwulung yang bermarkas di kawasan Pantai Banyutowo, Kamis (20/Januari) 2022 akan menyisir lokasi kawasan pantai yang bersebelahan tersebut. Tujuannya tak lain, mencari barangkali ada bibit yang masih tertinggal atau tidak tertanam dalam rangkaian tanam “‘Mageri Segara,” Rabu (19/Janjuari) kemarin.

Dengan demikian, papar koordinator tim yang bersangkutan Mbah Ali alias Mbah Anggur, personel anggotanya akan menyisir lokasi, dan menanam kembali bibit yang tertinggal tidak tertanam. ”Selain itu, memang masih ada bibit yang belum tertanam seluruhnya, sehingga harus kami tuntaskan, karena bibit mangrove bagi kawasan pantai adalah sangat bermanfaat,”tandasnya.

Para pelajar yang ikut melaksanakan tanam bibit mangrove ”Mageri Segara” di kawasan Pantai Cinta Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti dan Desa Banyutowo, kecematan setempat.(Foto:SN-dok-tw)

Apalagi, lanjut Mbah Ali, jika selama ini kondisi kawasan pantai di dua lokasi tersebut terbuka sehingga ancaman terjadinya abrasi juga tak bisa dihindari. Sedangkan kondisi sekarang, dalam kondisi cuaca musim angin barat atau baratan ini gelombang laut dan hantaman ombak juga cukup besar, sehingga penahan satu-satunya yang alami adalah hutan mangrove.

Berkait masih adanya sisa bibit yang belum tertanam, hal itu juga harus dimaklumi karena sejak pelaksanaan dimulai kawasan pantai ini juga diguyur hujan yang tidak ada henti-hentinya. Dengan demikian, kondisi peserta yang tidak tahan terhadap guyuran air hujan maka apa yang dilakukan juga menjadi terganggu.

Karena itu, sudah semestinya jika relawan Tunggulwulung harus menyusuri kawasan yang tak jauh dari markasnya untuk menanamkan kembali jika ada bibit yang tidak tertanam. ”Atau barang kali ada bibit mangrove yang sudah tertanam tapi tercabut lagi karena hantaman ombak yang juga menerpa kawasan tepian pantai,”imbuhnya.