Tidak Merata Minyak Goreng Rp14 Ribu, Hadi Santosa Sebut Ada Panic Buying

0
199
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santosa

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santosa mengungkapkan bahwa tidak meratanya konsumsi minyak goreng satu harga dimungkinkan adanya panic buying atau membeli barang/komoditas dalam skala besar karena ketakutan tidak memperoleh barang yang dimaksud.

Selain terdapat panic buying itu, ia juga mengemukakan faktor lainnya adalah dimungkinkan dipicu tidak sesuainya jadwal atau molornya droping dari produsen ke distributor dan selanjutnya.

“Kelangkaan minyak goreng di beberapa tempat diduga karena aksi borong masyarakat dan pasokan terlambat. Masyarakat khawatir kehabisan stok,” kata Hadi, Senin (24/1/2022).

Ia menjelaskan hasil monitoring, adanya penarikan minyak goreng merk tertentu dari beberapa pedagang karena untuk penghitungan kembali oleh sales/distributor untuk dilakukan penyesuaian harga.

Sebelumnya, terjadi lonjakan harga minyak goreng yang lebih dari di atas Rp21 ribu per liter. Kemudian, Pemerintah Pusat melakukan operasi pasar minyak goreng dengan harga Rp14 ribu per liter yang dimulai 19 Januari 2022 duntuk minyak goreng yang dijual di ritel modern.

Akan tetapi, kata Hadi penyesuaian harga minyak goreng di pasar tradisional dimulai satu minggu setelahnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, program ini direncanakan berlangsung selama 6 bulan ke depan. Dengan anggaran yang disiapkan subsidi mencapai Rp7,5 T dengan volume 1,2 miliar liter.

“Maka, diminta agar masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong atau panik karena stok masih cukup dan program masih cukup lama,” tegas eks Kasatpol PP ini.

Kendati begitu, pihaknya tidak menjelaskan berapa banyak kuota minyak goreng subsidi Rp14 ribu untuk Kabupaten Pati. Lantaran tata niaganya dari masing-masing produsen dan distributor minyak goreng.

Sementara itu, dihubungi terpisah Kepala Bidang Perdagangan pada Disdagperin, Kuswantoro menjelaskan minyak goreng di pasaran tradisional hingga saat ini masih di atas harga subsidi.

“Per Senin (24/1) hari ini, harga minyak goreng Bimoli sebesar Rp 21 ribu per botol, sedangkan minyak goreng tanpa merk Rp19 ribu per liter,” Katanya.