Tahu Jalur Lambat Ramai Oleh Para Pengguna; Masih Ada yang Sampai Hati Membuang Sampah di Sekitarnya

0
84
Sampah yang dibuang di sisi kiri jalur lambat Pati-Margorejo, kendati sering dibersihkan tapi selang beberapa lama kemudian juga muncul lagi.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati bidang tugasnya sehari-hari adalah sebagai Kepala Seksi (Kasie) Tata Kelola Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati (tidak lagi DPUTR) sejak 1 Janjuari 2022, tapi soal persampahan tidaklah abai. Orang yang bersangkutan tersebut, adalah Kasie Tata Kelola Pertamanan, Sutejo ST.

Salah satu lokasi pembuangan sampah secara sembarangan dan masih menjadi perhatiannya hingga sekarang, adalah di pinggir jalur lambat antara Pati-Margorejo, si sebuah pohon kapuk randu besar. Atau tepatnya, di sisi kanan Gudang Bulog 201 di Desa/Kecamatan Margorejo dan di sisi kiri gedung megah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pati.

Sebab, paparnya, buangan sampah itu sudah pasti dilakukan oleh pelakunya yang melintas di jalur lambat Pati-Margirejo. Selain itu bisa dipastikan, bahwa sampah tersebut tidak hanya semata-mata dari rumah tangga karena juga terdapat sejumlah bantal yang bisa dipastikan, biasanya dilakukan oleh sesorang yang baru pulang setelah dirawat di rumah sakit.

Alasannya, dengan membuang bantal yang digunakan selama di rumah sakit ada yang menyebut atau mengganggapnya untuk membuang sial. ”Akan tetapi, dari sisi lain juga dipastikan bahwa yang membuang bantal-bantal itu adalah orang yang keluarganya dirawat di rumah sakit, dan akhirnya meninggal,”papar Sutejo.

Tidak hanya di bawah pohon randu pinggir jalur lambat Pati-Margorejo, tapi saluran pembuang (drainase) di dekatnya juga menjadi sasaran.(Foto;SN/aed)

Terlepas dari beberapa hal di atas, lanjutnya, tapi bagaimana pun juga pihaknya benar-benar prihatin terhadap perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sebab, hal itu sama saja selama ini mereka merasa terbebani karena harus membuang sampah sembarangan, sehingga saat hendak membuang sampah saja situasi sudah benar-benar aman atau tidak.

Karena itu, pernah suatu hari belum lama ini ia pernah menguntit seorang pengendara becak motor yang tampaknya baru kembali dari Pasar Puri, karena mengambil jalan di jalur lambat Pati-Margorejo. Dengan membawa bungkusan kantong plastik lumayan besar, maka ia pun menjadi curiga sehingga orang bersangkutan pun sengaja dikuntit agak sedikit berjauhan.

Ternyata benar, setelah turun dari becak motornya orang itu langsung membuang bungkusan plastik yang dibawa, dan tak lain memang sampah. Sehingga saat sudah berjalan beberapa saat, maka pengendara becak motor tersebut langsung diadang di depannya, dan langsung diberi tahu bahwa membuang sampah sembarangan itu dilaporkan kepada petugas.

Dengan demikian, ketika memaksa hendak tetap berjalan sambil menyatakan bahwa yang dilakukan itu baru kali pertama, maka penguntitan pun dilakukan, ternyata dari jalan raya Pati-Kudus belok kanan masuk ke jalan menuju Desa Badegan, Kecamatan Margorejo. ”Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa orang-orang pembuang sampah sembarangan itu ada yang pedagang dipasar, sehingga sampahnya pun berbau menyengat, dan itu jelas bau kulit kepala udang,”imbuh Sutejo.