PTM Hari Pertama; Butuh Suasana Tertib di Lingkungan Sekolah dalam Kota Pati

0
98
Susana di lingkungan SD Pati Kidul kompleks di hari pertama PTM, pinggir jalan raya depan sekolah tersebut yang semrawut.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Satu hal yang nanpak lupa diantisipasi oleh pihak yang berkompeten di Pati di hari pertama diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di dalam Kota Pati, Senin (17/Januari) 2022, yaitu menjaga ketertiban. Sehingga dampak suasana yang ditimbulkan di jalan raya depan sekolah yang bersangkutan, terutama  di lingkungan SD di pinggir jalan raya, seperti di Jl P Sudirman adalah kesemrawutan.

Hal itu tidak hanya dari sisi lalu lintas, melainkan juga karena faktor banyaknya kendaraan roda empat atau mobil pribadi penjemput yang parkir menunggu di badan jalan sampai tiga. Akibatnya pengguna jalan lain yang hendak melintas di ruas jalan itu dari timur pun harus mengambil posisi terlalu ke kanan hingga tepi jalan.

Sementara dari pantauan di lokasi, bagian tepi jalan sisi utara juga terdapat jalur khusus untuk pengendara sepeda dan penarik becak dari barat. Hal tersebut mengingat ruas jalan utama itu hanya satu arah dari timur ke barat mulai pukul 06.00 pagi hingga 22.00 malam, sehingga kesemrawutan pun terjadi selepas lampu pengatur lalu lintas di perempatan CPM.

Akan tetapi, kondisi tersebut dianggap sebagai hal biasa, atau karena sudah berlangsung bertahun–tahun sebelum muncul kondisi masa pandemi Covid-19. ”Kendati saat ini PPKM yang berlaku adalah level 2, seharusnya kerumunan penjemput tetap jangan dibiarkan terjadi, karena hal itu merupakan bagian dari kondisi cukup rawan,”papar salah seorang di antara mereka yang menjauh dari kerumunan tersebut, Ahmad.

Kondisi kesemrawutan arus lalu lintas di Jl P Sudirman yang masih ditopang dengan bercampuraduknya para pedagang yang memanfaatkan kondisi tersebut.(Foto:SN/aed)

Kesemrawutan lalulintas yang tak bisa dihindari itu, lanjut yang bersangkutan adalah, saat penjemput anak-anak kelas I s/d VI yang masuk pagi mulai pukul 07.00 s/d pukul 09.30 WIB. Bersamaan dengan itu, disusul munculnya para pengantar untuk anak-anak yang masuk mulai dari pukul 09.30 s/d pukul 11.30, sehingga antara yang menunggu/penjemput anak-anak yang hendak keluar pun bertemu di depan gerbang sekolah.

Kondisi tersebut, ternyata diperburuk dengan kondisi penjemput yang berkendara roda empat yang parkir hingga menutup hampir seluruh badan jalan. Akan tetapi, khusus lokasi di sekolah itu sedikit beruntung karena Satlantas Polres Pati yang semula mengambil tempat di sisi utara Jl P Sudirman, atau tepatnya di depan SD itu sekarang sudah berpindah di lokasi lain.

Situasi di lingkungan depan SMPN 5 Pati yang juga berlokasi di pinggir Jl P Sudirman pada saat jam pulang maupun jam kedatangan di hari pertama PTM, sejumlah guru terjun langsung mengatur keluar masuknya anak-anak baik dari jalan ke lingkungan sekolah maupun sebaliknya.(Foto:SN/aed)

Situasi di lingkungan depan SMPN 5 Pati yang juga berlokasi di pinggir Jl P Sudirman pada saat jam pulang maupun jam kedatangan di hari pertama PTM, sejumlah guru terjun langsung mengatur keluar masuknya anak-anak baik dari jalan ke lingkungan sekolah maupun sebaliknya.(Foto:SN/aed)

Dengan kondisi tersebut, paling tidak suasana di depan sekolah yang bersangkutan sudah tidak lagi terancam macet total, karena dari timur tidak ada lagi pengguna jalan yang hendak masuk ke lingkungan mako Satlantas. Demikian pula, secara bersamaan juga tidak banyak lagi yang hendak keluar dari lingkungan itu.

Karena itu, pada saat kondisi rawan kerumunan baik jam kepulangan maupun kedatangan anak-anak yang hendak mengikuti PTM awal ini, seharusnya pihak yang berkompeten pun ikut terjun langsung mengatur ketertibannya. ”Hal itu harus dibedakan dengan SMP maupun SMA yang juga banyak terdapat di pinggir Jl P Sudirman,”imbuhnya.

Diminta tanggapannya secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Winarto SPd MH menyampaikan, bahwa hari ini untuk sekolah semua tingkatan di Kabupaten Pati sudah harus mulai melaksanakan PTM di hari pertama dan seterusnya. Akan tetapi waktunya dibagi atau tidak serentak masuk sekolah secara bersama-sama, sehingga pihak sekolah semua harus mengatur penjadwalannya.

Maksudnya, tidak semua sekolah harus melaksanakan pembelajaran secara bersama-sama mulai dari pukul 07.00 sampai selesai, melainkan harus dilaksanakan secara bergilir. ”Yakni, tiga hari masuk pagi, dan tiga hari selebihnya dijadwalkan masuk siang secara bergantian sampai nanti kondisi benar-benar kembali normal,”tandasnya.