Ditemukan Orang Meninggal di Muara Kali Tayu Tersangkut di Rumpun Bambu

0
435
Kapolsek Tayu Iptu Aris Pristianto SH MH saat mendatangi tempat kejadian ditemukan orang meninggal yang jenazahnya dibawa ke TPI Sambiroto, Kecamatan Tayu.(Foto(SN/dok.ris)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dua nelayan yang baru pulang dari melaut, Jumat (14/Januari) 2022 saat melintas di muara alur Kali Tayu sekitar pukul 07.30, melihat ada mayat dalam posisi tertelungkup. Kedua nelayan tersebut, adalah Basri bin Paidin (42),  warga RT 4/RW 2 Desa Wedusan, Kecamatan Dukuhseti dan Nor Sofii (27), warga Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak.

Mayat yang tersangkut di rumpun bambu, di pinggir alur kali itu, oleh kedua saksi yang bersangkutan kemudian dibawa dengan perahunya  sampai ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambiroto, Kecamatan Tayu yang berlokasi di pinggir kali tersebut. Kabar ditemukannya mayat yang sebelumnya tidak diketahui identitasnya itu pun segera menyebar ke tengah masyarakat.

Akan tetapi, papar Kapolsek Tayu, Iptu Aris Pristianto SH MH, sekitar pukul 07.40, pihaknya mendapat informasi dari Kepala Desa Sambiroto, kecamatan setempat, Sulistiono berkait dengan penemuan mayat tersebut. Selanjutnya ia pun segera menuju ke lokasi tempat mayat itu berada, dan segera menghubungi Tim Medis  Puskesmas Tayu I.

Selanjutnya, masih papar dia, Tim Medis yang dipimpin dr Nisa Nurul Alam bersama pihaknya melaksanakan pengecekan fisik mayat tersebut. ”Dari hasil pemeriksaan itu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, tapi penyebab meninggalnya karena kekurangan oksigen,”ujarnya.

Tim medis dari Puskesmas Tayu I, dipimpin dr Nisa Nurul Alam saat memeriksa kondisi fisik jenazah (atas) dan selesai itu jenazah pun siap-siap diserahkan kepada pihak keluarga.(Foto:SN/dok-ris)

Sebab, masih papar Aris Pristianto, akhirnya jenazah yang ditemukan di sekitar muara alur Kali Tayu tersebut diketahui identitasnya. Yakni, seorang perempuan bernama Elly Purnama (71), warga RT 2 RW 1 Desa Dororejo juga di Kecamatan Tayu. Pihak keluarga pun menerima dan mengikhlaskan kematiannya, dan tidak menuntut secara hukum.

Alasannya, kejadi meninggalnya almarhumah adalah musibah atau karena faktor kecelakaan , dan itu dinyatakan dalam pernyataan tertulis oleh pihak keluarga. ”Diperkirakan, korban terpeleset ke alur kali tersebut kemudian hanyut terbawa air, sehingga karena tidak bisa berenang menyebabkan korban meninggal,”imbuhnya.

Saat jenazah dibawa keluar meninggalkan GTPI Sambiroto untuk menuju ke rumah korban, di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu.(Foto:SN/dok-ris)

Menurut keterangan pihak keluarga, selama ini korban hidup sendirian dan memiliki riwayat penyakit lambung dan vertigo. Adapun yang mendatangi lokasi tempat kejadian, selain Kapolsek Tayu Iptu Aris Pristianto juga Bhabinkamtibmas, Kanit dan anggota piket Reskrim, serta Kanit dan anggota piket intel.