BBWS Pemali-Juwana Cepat Perbaiki Tanggul Kali Bertek yang Longsor Tergerus Luapan Air

0
71
Alur kali di hilir kanan Bendung Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo yang longsor tidak kurang dari 30 meter mulai diperbaiki.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Cepat tanggapnya pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana Jawa Tengah, akhirnya membuat warga Dukuh Bertek, Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo, merasa lega. Sebab, ambrolnya tanggul di hilir kanan Bendung Bertek di desa setempat, kini mulai diperbaki.

Ambrolnya tanggul di alur kali tersebut yang terjadi beberapa waktu lalu, karena tergerus luapan air dari hulu itu panjang seluruhnya hanya 30 meter. Akan tetapi, jika pihak yang berkompeten tidak segera tanggap atas hal tersebut maka dampaknya bisa lebih parah, karena tepi kali yang longsor itu sudah hampir memakan  bagian tepi ruas jalan desa dari konstruksi rabad beton.

Karena itu, papar beberapa warga, jika perbaikan tidak segera dilakukan, maka ancamannya adalan bagian tepi ruas jalan desa yang berdekatan dengan lokasi bagian tepi alur kali yang tergerus itu. ”Hal tersebut tak bisa dihindari jika sewaktu-waktu terjadi gelontoran luapan air dari hulu yang cukup deras, meskipun di bagian hulu sudah dikendalikan oleh fasilitas Bendung Bertek,”ujar salah seorang di antara mereka, Sanjono (32).

Para pekerja yang mulai melaksanakan pekerjaan di dalam alur kali (atas) dan tumpukan material batu belah (bawah).(Foto:SN/aed)

Akan tetapi, lanjutnya, kondisi alur kali tersebut kondisi aliran airnya juga sulit diprediksi karena sewaktu-waktu juga bisa terjadi luapan cukup besar jika kondisi cuaca di kawasan hulu berlangsung hujan deras. Dengan demikian, selain membawa lumpur luapan air yang melewati alur kali Lengkowo di bagian hulunya juga membawa berbagai jenis ”sangkrah” yang biasanya nyangkut di bendung.

Terlepas dari hal tersebut, lokasi longsornya tepi alur kali di lokasi itu di seberangnya juga terdapat lokasi untuk kompleks perumahan, sehingga perbaikan memang sudah harus secepatnya dilaksanakan. ”Dengan kata lain, perbaikan alur kali atau normalisasi juga perlu dilakukan karena alur Kali Bertek ini sudah tidak lagi tertata secara baik akibat sering digerus gelontoran luapan air,”imbuhnya.

Sementara personel pengawas atau mandor atau kepala pekerja untuk pekerjaan tersebut, ketika dihubungi di lokasi tidak ada di tempat. Beberapa pekerja ketika ditanya berkait hal tersebut menyampaikan, bahwa untuk perbaikan tepi alur kali itu akan diperkuat dengan pemasangan bronjong dari material batu belah dengan panjang seluruhnya 30 meter.