Banjir di Puncel Akibat Bobolnya Tanggul Kali Gede Mulai Surut; Tim SAR Tunggulwulung Bantu Bersih-Bersih

0
72
Dua personel anggota Tim SAR Tunggulwulung Pati bersama lainnya (tidak tambak) tengah melakukan bersih-bersih sebuah masjid di Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti yang halamannya juga digenangi air.(Foto:SN/dok-tw) 

SAMIN-NEWS.com, PATI – Meredanya cuaca ekstrem di kawasan pantai utara Kabupaten Pati, hal itu sedikit mempercepat surutnya genangan air di lingkungan rumah warga di Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti. Sedikinya 150 rumah warga setempat, Minggu (16/Januari) 2022 kemarin yang lingkungannya digenangi air, dan bahkan ada yang sudah masuk ke dalam rumah karena rata-rata ketinggian genangan air tersebut mencapai 50 s/d 80 cm.

Hal terjadi akibat bobolnya tanggul alur Kali Gede yang merupakan berbatasan antara Kabupaten Pati dan Kabapaten Jepara, di mana yang sisi selatan alur kali masuk Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti Pati. Sedangkan yang utara alur Kali masuk Dukuh Pasokan, Desa Clering, Kecamatan Donorojo, Jepara yang dihubungkan dengan fasilitas jembatan gantung.

Koordinator Tim SAR Tunggulwulung yang bermarkas di kawasan pantai Banyutowo, Kecamatan Dukuhseti, Mbah Ali alias Mbah Anggur, Minggu siang kemarin pun terjun ke lokasi genangan air di kedua desa perbatasan tersebut. ”Hal tersebut juga memantau kondisi kawasan pantai berkait dengan berlangsungnya perahu nelayan yang sehari sebelumnya mengalami kecelakaan laut,”ujarnya.

Tim SAR Tunggulwulung yang memantau kawasan lingkungan warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, dan yang lain tengah melintas jembatan gantung menuju ke Dukuh Pasokan, Desa Clering, Kecamatan Donorojo, Jepara.(Foto:SN/dok-tw)

Kondisi sering tergenangnya sejumlah desa di Kecamatan Dukuhseti bila musim hujan seperti sekarang, lanjutnya, utamanya adalah rusaknya kawasan daerah aliran sungai (DAS) yang jika dirunut dari hilir memang berhulu di kawasan Lereng Muria. Akibatnya, jika dalam cuaca ekstrem terjadi hujan deras maka gelontoran air cukup deras dari hulu selalu limpas dan luber ke mana-mana.

Lebih memprihatinkan lagi, limpasan gelontoiran air tersebut membawa lumpur ke coklat-coklatan yang jika sudah menggenang bekasnya sulit dibersihkan. Karena itu, tim pun langsung terjun membantu membersihkan rumah warga yang sudah mulai berkurang dari genangan air, termasuk juga masjid agar bisa segera dimanfaatkan untuk shalat berjamaah.

Selain di Puncel genangan air juga terjadi di Kedawung Dukuhseti.(Foto:SN/dok-tw)

Selebihnya, pantau juga dilakukan oleh tim di beberapa desa lainnya, seperti di Dukuhseti sendiri juga terjadi luapan air memasuki halaman rumah warga. ”Akan tetapi, begitu cuaca ekstrem mereda, hal tersebut juga mengantar berkurangnya ketinggian air di masing-masing di lokasi terdampak genangan yang memang mulai berkurang,”imbuhnya.