52 Pegawai Lapas Kelas IIB Pati Terima Vaksinasi Booster

0
59
52 Pegawai Lapas Kelas IIB Pati menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pegawai Lapas Kelas IIB Pati menerima vaksinasi booster oleh Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas). Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 terlebih saat ini munculnya varian baru Omicron yang sudah ditemukan di beberapa daerah.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIB Pati Kasno, mengatakan pelaksanaan vaksinasi booster tujuannya adalah untuk menjaga imunitas para pegawai setempat.

“Vaksinasi dosis ketiga atau booster dengan menggunakan jenis Moderna. Efeknya di badan cukup kebas agak kemeng. Lapas Kelas IIB Pati sangat mendukung dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19,” ujar Kasno.

Adapun pelaksanaan vaksinasi booster bagi pegawai Lapas Kelas IIB Pati saat ini baru diikuti 52 orang dari total 71 pegawai. Bagi yang belum akan dilakukan vaksinasi serupa di gelombang kedua.

Ketika vaksinasi booster bagi pegawai Lapas selesai, nanti kemungkinan kita kerjasama dengan DKK maupun Polres untuk warga binaan (napi). Karena, menurutnya sebelumnya vaksinasi untuk napi dilakukan hingga lima tahap karena beberapa faktor.

“Sementara ada jeda 6 bulan dari penyuntikan vaksin dosis kedua. Dan mereka napi 99 persen sudah tervaksin, sisanya belum karena faktor komorbid maupun usia,” jelasnya.

Kasno menegaskan, vaksinasi booster direncanakan juga diberikan bagi semua para napi. Namun demikian, waktunya ketika semua pegawai Lapas selesai. Di tambah menunggu jeda waktu antara dosis kedua.

“Iya dimungkinkan diberikan juga bagi mereka. Pelaksanaan vaksinasi booster ini menunggu ketika pegawai selesai semua,” ucap Kasno.

Booster sangat penting untuk meningkatkan sistem imun. Jadi, vaksin yang lebih dari enam bulan, perlu diperbarui. Sehingga, diharapkan tubuh lebih kebal terhadap Covid-19.

Kendati telah disuntik booster tetap diminta untuk menerapkan protokol kesehatan. Sebab, vaksin itu bukan sebagai penangkal Covid-19, tapi hanya meminimalkan penularan.