Wabup Safin Siap Fasilitasi Pemilik Usaha di LI Pindah ke Tempat Baru

0
24
Suasana rapat koordinasi Forkopimda Pati dengan pemilik usaha LI, di Mapolres Pati, Jumat (3/12/2021)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin mengaku akan siap membantu para pemilik usaha di Lorok Indah (LI). Pasalnya, di LI tersebut merupakan kawasan hijau yang peruntukannya digunakan pertanian berkelanjutan di atasnya tidak boleh ada pendirian bangunan.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Pati, Safin sapaan akrabnya ketika berdialog antara Forkopimda dengan pemilik usaha di LI, Jumat (3/12/2021). Hingga saat ini, Pemkab Pati telah memberikan SP ketiga. Artinya penghuni LI agar segera mengosongkan lokasi.

Lebih lanjut, katanya pemilik usaha akan difasilitasi mendirikan tempat usaha di luar kawasan LI. Bahkan, pihaknya siap memberikan separuh atau 50 persen jasa laundry di hotelnya diberikan kepada mereka yang punya usaha.

“Pindahkan alatnya ke tempat yang sesuai, nanti saya kasih order 50 persen laundry hotel nanti kita berikan ke dia. Kemudian ada yang pingin usaha jamur, saya kasih tempat punya tanah di Tayu boleh silahkan dipakai untuk usaha rumah jamur,” ujar Safin.

Safin siap memfasilitasi para pelaku usaha di LI, adalah semata-mata untuk mencari solusi jalan keluar secara bersama. “Ini adalah solusi agar tidak ada alasan untuk tidak mau pindah, kan beres to. Kita kasih yang mudah tidak perlu repot,” jelasnya.

Menurutnya, masyarakat boleh berbisnis tetapi menaati aturan yang berlaku. Ia mencontohkan melakukan usaha di Jakarta, ketika tidak mempunyai NIB, maka digusur. Olehnya, pihaknya tidak ingin pembangunan di Pati mendapat image citra buruk di luar.

“Tujuan kita memberikan kemanfaatan, sudah berusaha membangun investasi yang positif dan kebermanfaatan. (sisi lain) pendidikan, pembangunan, berjalan tapi di luar terkenal dengan LI,” imbuhnya.

Ketua Paguyuban LI, Mastur menambahkan bahwa penghuni LI masih merasa keberatan dengan kebijakan meminta mengosongkan tempat tinggalnya selama ini. Pasalnya, ketika bangunan rumah dirubuhkan, menjadi persoalan baru lantas mau tinggal dimana.

“Ketika disuruh dirubuhkan, nanti yang tidak punya rumah akan bertempat dimana. Biar pun gak ada aktivitas, tapi rumahnya agar tetap bisa ditempati,” jelas Mastur.

“Usaha laundry maupun lainnya itu lokasinya di rumahnya sendiri. Harapan dari warga, jangan sampai dirubuhkan bangunannya karena untuk tempat tinggal,” pungkasnya.