Phiton Besar Pengganggu Ayam Warga Diamankan Personel Jajaran Polres Pati

0
118
Saat personel jajaran Polres Pati berhasil menangkap ular phiton besar yang sering memangsa ayam milik warga Dukuh Kunden, Desa Sidokerto, Pati, Senin (13 Desember) 2021 kemarin.(Foto:SN/dok-hum/kar)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sudah semestinya jika personel jajaran di lembaga/institusi kepolisian seperti Polres Pati, ada yang mempunyai keahlian khusus seperti menaklukkan binatang buas. Salah satu di antaranya juga reptil besar seperti ular phiton yang kadang-kadang juga memunculkan gangguan terhadap warga, sehingga personel yang mempunyai keahlian itu pun siap datang menangkap dan mengamankan.

Hal tersebut, papar Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Pati, Iptu Sukarno, sebagaimana terjadi pada Senin (13/Desember) anggotanya pagi kemarin sekitar pukul 10.00 datang  ke ruang SPKT, seorang perempuan, Ny Endang Rahayuningsih (60), warga Dukuh Kunden, Desa Sidokerto, Kecamatan Pati. Kedatangan perempuan tersebut melaporkan, bahwa ada seekor ular piton masuk di lingkungan rumah tempat tinggalnya.

Bahkan, lanjutnya, ular tersebut, sudah sering membuat ayam piaraan perempuan itu hilang yang ternyata memang dimakan ular tersebut. ”Karena itu, Kepala Unit (Kanit) SPKT, Ipda Ari Tri Hasanto bersama anggotanya Aiptu Mulyo mendatangi tempat kejadian, di rumah Ny Endang Rahayuningsih, untuk mencari ular phiton yang dilaporkan,”ujarnya.

Ular phiton saat hendak dimasukkan ke dalam karung plastik (atas) dan saat diserahkan kepada pihak Balai Konserasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pati.(Foto:SN/dok-hum-kar)

Akhirnya, masih papar Sukarno, ular besar tersebut berhasil diketahui dan ditangkap dari tempat persembunyiannya. Ternyata phiton tersebut adalah jenis sanca batik dengan panjang lebih dari tiga meter, dan diameter 18 cm kemudian diamankan dengan memasukkannya ke karung plastik.

Sedangkan langkah berikutnya yang dilakukan adalah menghubungi pihak Balai Konserasi Sumber Daya Alam (BKSDA) , di pinggir jalan raya Pati-Kudus KM 3 untuk menyerahkan reptil besar itu. Harapannya setelah ditangkapnya ular tersebut, di kawasan sekitar dukuh itu tidak ada lagi yang tersisa atau tidak ada lagi ular besar yang mengganggu warga.

Kendati demikian, warga pun diminta untuk tetap waspada karena tidak tertutup kemungkinan masih ada juga, minimal peranakannya jika memang punya. ”Karena itu, bagi warga yang lingkungan halaman rumahnya ditumbuhi semak belukar, lebih baik sering dibersihkan lebih-lebih yang di pinggir sawah mapun alur kali,”imbuhnya.