Pelaksanaan Vaksinasi Mau Capai 70 Persen; Harus Tinggalkan Ego Sektoral

0
54
Vaksinasi massal dan dari pintu ke pintu di Kecamatan Kembang, Jepara yang dilaksanakan Binda Jateng bekerja sama Puskesmas kecamatan setempat.(Foto:SN/dok-hp)

SAMIN-NEWS.com, JEPARA –  Ka Binda Jawa Tengah, Brigjen TNI Sondi Siswanto dalam penjelasan tertulis menjelaskan, sesuai arahan Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, vaksinasi perlu digencarkan menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Hal tersebut bertujuan, agar benar-benar terbentuk kekebalan komunal atau herd immunity sebesar 70 persen, sehingga untuk mencapai hal tersebut semua stakholder harus bahu membahu, dan meninggalkan ego sektoral.

Sementara Binda Jawa Tengah, kini mulai fokus ke Jepara karena capaian vaknisasi dosis 1 di kabupaten ini baru mencapai 65,76 persen. Hal itu pun diapresiasi Camat Kembang, Jepara, Anwar Sadat, karena selain kegiatan vaksinasi massal juga dilaksanakan dari pintu ke pintu di wilayahnya.

Dengan demikian, pihaknya merasa sangat terbantu dengan kegiatan vaksinasi oleh Binda Jawa Tengah. ”Kami berharap hal tersebut bisa ditindaklanjuti di desa lain yang masih masuk dalam wilayah Kecamatan Kembang dengan sasaran vaksinasi lansia, dan difabel,”ujarnya.

Untuk vaksinasi massal dan dari pintu ke pintu di Kecamatan Kembang oleh Binda Jawa Tengah bekerja sama dengan Puskesmas kecamatan setempat, lanjut Anwar Sadat berhasil melakukan vaksinasi 669 dosis 1 dan 466 dosis 2. Vaksinasi massal itu dipusatkan di Balai desa Tubanan dan Cepogo, dan untuk vaksinasi lansia dilakukan dari pintu ke pintu menyasar 4 desa, yaitu Tubanan, Kaliaman, Kancilan, dan Cepogo.

Vaksinasi massal dan dari pintu ke pintu di Kecamatan Kembang, Jepara.(Foto:SN/dok-hp)

Kepala Puskesmas Kembang, dr Figi Bayu menjelaskan, vaksinasi dosis pertama berhasil menyisir 40 warga lanjut usia, 597 masyarakat rentan, dan 56 remaja, serta 6 ibu hamil. Sedangkan untuk dosis 2 melanjutkan 102 lansia, 175 masyarakat rentan, 177 remaja, serta 12 ibu hamil.

Jadi, masih lanjut dia, totalnya ada 1.135 dosis yang semuanya melalui screening cukup ketat dan data pilah. ” Hal itu mengacu pada daashboard vaksin,”imbuh dr Figi.(hp)