Kali Kedua Terjadi Limpasan Air di Lokasi Paket Pekerjaan Bendung Blado

0
104
Saat terjadi limpasan air dari alur pengalihan alur kali sisi kanan hilir Bendung Blado, karena cukup besarnya gelontoran air dari hulu.(Foto:SN/dok-ri)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dalam kurun waktu satu bulan, lokasi kawasan paket pekerjaan pembangunan Bendung Blado, di Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, tercatat untuk kali kedua digelontor derasnya limpasan air dari hulu. Dampak dari kejadian tersebut, areal persawahan petani di sekitarnya pun terkena limpasan air itu, sehingga meminta ganti rugi atas kerusakan tanaman padi miliknya.

Sebab, dalam kejadian itu, limpasan air juga membawa endapan lumpur yang menutup saluran di sisi kiri (timur) lokasi paket pekerjaan tersebut. Akibatnya, rekanan yang semula sudah menjadwalkan pekerjaan penggalian untuk pembuatan sayap hulu dan hilir kiri bendung terpaksa harus ditunda, karena alat berat ekskavator yang satu mengeruk/membersihkan sisa-sisa endapan lumpur, dan yang satu unit lainnya menata tanah kalian pada tanggul yang masih rendah.

Pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Tari, ketika ditanya berkait hal tersebut tidak mengelak, bahwa limpasan itu sebagai dampak dari turunnya hujan deras pada siang hari di kawasan hulu (Patiayam). Sedanngkan alur kali setelah mendekati lokasi pekerjaan, untuk sementara memang dialihkan agar bisa melaksanakan pekerjaan konstruksi bendung.

Akan tetapi, dampaknya muncul kendala pengalihan alur kali sementara itu ternyata tidak mampu menampung derasnya gelontoran air dari hulu. ”Dengan demikian, luapan gelontoran air dari hulu tersebut limpas melewati tanggul, dan masuk ke lokasi paket pekerjaan di bagian hilir bendung,”ujarnya.

Limpasan air dari hilir bendung yang luber masuk ke areal persawahan petani di sisi kiri hilir bendung.(Foto:SN/dok-ri)

Hal itu, lanjut tari, tentu tak bisa dihindari, karena luapan air juga limpas melewati hilir bendung yang juga ditutup dengan maksud, agar air dari hilir tidak masuk ke lokasi pekerjaan. Ternyata yang terjadi justru di luar dugaan, karena air dari hilir justru berbalik ke hulu, dan masuk ke lokasi pekerjaan, karena kondisi air di alur Kali Juwana juga cukup tinggi, sehingga menyodok balik ke hulu.

Ditambahkan, bahwa Alur Kali Blado juga masuk ke alur Kali Besar Juwana, dan membuang airnya di alur kali tersebut. Dengan kondisi seperti, maka terhambatnya pelaksanaan pekerjaan juga tak bisa dihindari sehingga sampai saat ini masih harus membersihkan endapan lumpur, serta mengerjakan bagian pekerjaan lainnya yang sudah memasuki tahapan finishing.

Limpasan air dari hilir bendung yang luber masuk ke areal persawahan petani di sisi kiri hilir bendung.(Foto:SN/dok-ri)

Salah satu di antaranya, yaitu pemaksimalan tebal tanggul di hulu bendung dan pelaksanaan pekerjaan saluran di hulu kiri. Khusus yang disebut terakhir panjang seluruhnya mencapai 168 meter, tapi baru selesai dikerjakan sepanjang 128 meter sehingga masih kurang 40 meter, dan pihaknya optistis bisa terselesaikan secara maksimal.

Berkait dengan lanjutan pelaksanaan bagian pekerjaan lainnya, jika pembersihan lumpur sudah bisa teratasi, maka yang segera dipersiapkan mulai besok adalah pemasangan sayap hulu maupun hilir kiri bendung. ”Sebab, kami masih menunggu selesainya satu unit ekskavator yang masih melaksanakan pembersihan lumpuh,”imbuhnya.