Jenazah Nelayan Puncel Semalam Dibawa Mendarat di TPI Sambiroto

0
88
Jenazah Sunarji, nelayan asal Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti saat tiba di TPI Sambiroto, Kecamatan Tayu (atas). dan siap dimasaukkan ke dalam kantong jenazah (bawah).(Foto:SN/dok-tw)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Nelayan yang ditemukan di perairan Pulau Marongan, masuk wilayah Rembang, sudah dalam keadaan meninggal, Selasa (7/Desember) 2021 kemarin, adalah Sunarji, warga RT 06/RW 05 Dukuh Tawangrejo, Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti. Sedangkan seorang temannya, Soferul alias Erul, warga RT 01/RW04 Desa Clering, Kecamatan Donorejo, Jepara, sampai kemarin belum juga ditemukan.

Sementara jenazah Sunarji yang berhasil ditemukan oleh pencari sesama nelayan dari Puncel, Selasa malam (tadi malam) sekitar pukul 19.00 dibawa mendarat di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sambiroto, Kecamatan Tayu. Semula jenazah dijemput juga oleh beberapa personel dari Polairud menggunakan perahu karet, yang sedianya  akan dibawa ke Juwana, untuk kepentingan identifikasinya risiko

Akan tetapi, papar Ketua Tim SAR Tunggul Wulung yang bermarkas di Dukuh Slempung, Desa/Kecamatan Dukuhseti, Mbah Ali alias Mbah Anggur, dalam perjalanan ternyata obak dan gelombang mengadang. ”Untuk menghindari terjadinya risiko yang tidak diinginkan, maka perjalanan berbelok haluan mengarah ke tempat pendaratan, di TPI Sambiroto, Tayu,”ujarnya.

Ditambahkan, untuk lokasi TPI tersebut perahu nelayan saat berangkat maupun  pulang dari melaut, langsung mendarat di tepi alur kali itu. Dengan demikian, perahu para nelayan saat mendarat tidak harus di dermaga tambat, seperti di TPI Banyutowo, melainkan sama dengan pendaratan perahu nelayan Puncel, di pinggir kali depan TPI setempat.

Saat jenazah Sunarji selesai diidentifikasi oleh personel Polairud Juwana siap dibawa ke ambulans, segera dibawa ke Puncel, untuk dimakamkan.(Foto:SN/dok-tw)

Kedatangan jenazah Sunarji di TPI Sambiroto, masih papar Mbah Ali, tidak beberapa lama kemudian datang beberapa personel dari Polairud yang diikuti personel dar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati. Selesai dilakukan identifikasi, maka jenazah nelayan korban kecelakaan di laut karena perahu tenggelam dihantam gelombang kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan mobil ambulans, jenazah almarhum kemudian dibawa ke desa asalnya yang berjarak lebih dari 15 kilometer arah utara Tayu, dan tadi malam juga langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, karena setelah tidak kembali ke rumah saat berangkat melaut, Sabtu (4/Desember) 2021 siang lalu sekitar pukul 14.00, kondisi jenazah mulai rusak.

Saat berangkat melaut korban bersama salah seorang nelayan lainnya dalam satu perahu ”Sri Kawit,” Soferul alias Erul, warga Desa Clering, Kecamatan Donorejo, Jepara. ”Sampai saat ini, jenazah nelayan yang bersangkutan belum ditemukan, sehingga kami tetap akan melakukan pencarian dengan menyisir kawasan perairan Banyutowo ke utara maupun ke selatan,”imbuhnya.