Hulu Selesai Dibenahi; Ganti Tanggul yang di Hilir Mulai Rusak Lagi

0
60
Titik lokasi tanggul hilir kanan alur kali yang berhulu di Bendung Bertek, Desa dadirejo, Kecamatan Margorojo yang tergerus luapan air hingga batas tepi jalan dengan rabat beton.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Paket pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi D.I Bendung Bertek, di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo, baru saja selesai tuntas Minggu (19/Desember) 2021 kemarin. Akan tetapi di balik itu, ada titik lokasi tanggul sisi kanan hilir alur kali yang berhulu di bendung tersebut beberapa waktu lalu, mengalami kerusakan hingga batas tepi ruas jalan desa dengan rabat beton itu.

Dengan demikian, warga desa setempat yang semula merasa lega karena fasilitas bendung yang ada di desanya dilakukan perbaikan dan pemaksimalan fungsi serta manfaat, tapi yang ganti mengalami kerusakan adalah tanggul di bagian hilir kanan sekitar 300 meter dari lokasi bendung dimaksud. Apalagi, rusaknya tanggul itu juga merupakan ancaman bagi ruas jalan desa dengan konstruksi rabad beton.

Karena itu, papar sejumlah warga kerusakan tanggul itu sekarang menjadi ancaman tergerusnya bagian bawah rabad beton yang tepat di depan letak lokasi kaveling kompleks perumahan. Sehingga jika bagian bawah akses jalan tersebut tergerus gelontoran luapan air dari hulu, maka lama-lama bagian bawah badan jalan juga akan menjadi sasaran.

Hal tersebut tentu tak bisa diantisipasi, jika tidak ada perbaikan secara dini, mengingat gelontoran luapan air yang juga berhulu di Kali Lengkowo itu bila turun hujan deras tidak hanya sekedar terjadi gelontoran luapan air, tapi juga banyaknya ”sangkrah” yang sengaja dibuang warga ke dalam kali. ”Dalam kondisi seperti itu, kami yang berada di hilir tentu tak bisa mencegah,”tandas salah sorang di antara, Sujono.

Bendung Bertek di Desa Dadirejo, Kecamatan Margorejo yang baru selesai dibenahi bila hujan deras selalu menjadi tempat tampungan ”sangkrah” dari hulu.(Foto:SN/aed)

Sedangkan dampak yang ditimbulkan gelontoran air dan ”sangkrah” dari hulu, selain pada bagian sayap hulu maupun hilir bendung juga pada sisi tepi atau alur kali. Apalagi material buangan yang dari hulu tersebut tidak hanya semata-mata berupa sampah plastik maupun botol air minepohon ral, melainkan banyak jenisnya, sehingga tersebut menjadi warga tersendiri di alur kali ini.

Sebab, selain ada pokok (dangkel) rumpun bambu juga ada potongan batang kayu, serta batang pohon pisang, baik berukuran kecil maupun besar. ”Jika material tersebut ikut hanyut luapan air dari hulu, maka pada posisi alur kali yang menikung tentu selalu menjadi sasaran hantamannya, sehingga lama-lama jika tanggulnya tidak kuat bisa dipastikan mengalami kerusakan,”ujarnya.

Ditanya berkait hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Sudarno tidak mengelak, dan pihaknya sudah mengetahui kondisi tersebut. Karena kewenangan SDA hanya sebatas pada wilayah bendung dan jaringan irigasi, maka kondisi tersebut akan disampaikan atau dikoordinasikan dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana.

Sebab, pihak BBWS yang berwenang menangani banyak alur kali di Kabupaten Pati, termasuk di antaranya adalah alur Kali Bertek yang berhulu di alur Kali Lengkowo. ”Sedangkan untuk kerusakan bangunan pengairan di Dukuh Ngantru, Desa Gajahmati, Kecamatan Pati, hal itu juga bukan kewenangan kami, karena setelah dilakukan pengecekan, ternyata bangunan milik desa setempat,”imbuhnya.