Ekskavator yang Dikirim ke Margorejo Alami Gangguan Bagian Pompa

0
79
Sebuah alat berat jenis ekskavator yang dikirim ke lokasi tanggul bobol di Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, Kamis (2/Desember) 2021 siang kemarin belum bisa bekerja maksimal karena mengalami gangguan pada bagian pompa.(Foto:SN/dok-nang)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Rencana perbaikan tanggul bobol di Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati yang dijadwalkan pihak pemerintahan desa setempat, Kamis (2 Desember) 2021 kemarin, belum bisa berlangsung maksimal. Untuk keperluan tersebut pihak Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati sudah mengirim sebuah ekskavator.

Di sisi lain persiapan penyediaan material, baik batang bambu untuk penguat tanggul yang akan diperbaiki juga sudah tersedia di lokasi, termasuk di antaranya adalah puluhan karung plastik berisi tanah liat. Selebihnya warga yang hendak bekerja bakti juga tak ketinggalan sudah hadir di lokasi, tapi perbaikan yang sudah dijadwalakan akan berlangsung mulai siang hari belum bisa berjalan.

Sebab, papar salah seorang warga desa setempat, Anang, saat alat berat tersebut akan dicoba digunakan ternyata mengalami gangguan, dan untuk memperbaikinya tentu membutuhkan waktu. ”Apalagi, gangguannya terjadi pada sirkuit hidrolik yang digerakkan oleh dua buah ‘variable pump’ dengan jenis pompa piston,”ujarnya.

Warga yang hendak bekerja bakti dan karung plastik berisi tanah untuk perbaikan tanggul yang bobol di Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.(Foto:SN/dok-nang)

Pada bagian alat tersebut, lanjutnya, fungsinya cukup vital karena pompa itu menyalurkan tenaga dan engine pada ekskavator, sehingga jika bagian yang vital mengalami gangguan meskipun mesin tetap hidup, tapi tak punya tenaga. Akan tetapi, jika menunggu selesainya perbaikan tentu membutuhkan waktu, maka pihak SDA hari ini, Jumat (3/Desember) 2021 akan mengirim ekskavator pengganti.

Mengingat tanggul yang bobol terjadi di dua lokasi, masing-masing panjang 10 X lebar 4 meter dan panjang 8 X lebar 4 meter, maka untuk perbaikannya dijadwalkan berlangsung selama empat hari. Sebab, berkait hal itu juga diperkuat dengan turap bambu sebelum karung-karung plastik berisi tanah tersebut ditempatkan di bagian dasar tanggul yang bobol.

Karena itu, batang bambu juga disediakan di lokasi untuk keperluan tersebut dan pemasangannya akan bisa lebih cepat karena akan dilakukan dengan alat berat. Terlepas dari proses pelaksanaannya, tapi bagi kami warga desa mengharap agar tanggul yang selesai diperbaiki nanti jika turun hujan deras di bagian hulu tidak ada kiriman berbagai jenis ”sangkrah.”

Dengan demikian, ancaman terjadinya tanggul bobol minimal bisa dihindari. ”Jika yang bobol tanggul Kali Masong seperti sekarang, dampaknya adalah ke areal persawahan para petani, tapi bila tanggul Kali Bapoh, air ya masuk ke permukiman warga,”imbuhnya.