Di Pati Tidak Ada Nama Embung ”Tamansar”

0
96
Sebuah embung yang terletak tak jauh dari pinggir jalan raya Pati-Gembong ini masuk wilayah Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Pati.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Di antara beberapa embung yang dibangun di Kabupaten Pati sekitar Tahun 2018, sebenarnya tidak ada embung yang bernama ”Tamansar.” Lokasinya terletak tak jauh dari pinggir jalan raya Pati-Gembong, sehingga sehingga fasilitas pengairan yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tersebut akan tampak atau mudah dilihat dari jalan raya.

Akan tetapi, hal itu hanya bisa dilihat saat selesai musim tebang tebu karena di sekeliling lokasi embung itu banyak lahanpetani yang ditanami tabu, tapi ada pula yang ditanami ubi kayu. Sedangkan nama embung tersebut sebenarnya adalah ”Tamansari,” masuk di Dukuh Kereppare, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Pati.

Hanya saja, papar beberapa warga yang tengah beristirahat di lokasi sekitar embung tersebut, salah satu huruf pada papan nama ”Embung Tamansari,” huruf  ”I”-nya memang sudah lama hilang. ”Tapi siapa yang usil, tidak ada yang mengetahui secara pasti, karena lokasi tersebut hanya banyak orang yang berada di lahan tegalan pada pagi, siang sampai sore hari,”ujar salah seorang di antara mereka, Sujar (44).

Barangkali, lanjut dia, bahan untuk membuat tulisan itu laku dijual, karena terbuat dari jenis alumunium atau seng. Akan tetapi, untuk mengambil satu huruf saja untuk membawanya sudah cukup repot, karena huruf itu berukuran besar, dan barang kali yang diambil karena mudah untuk membawanya, yaitu huruf ”I”

Dengan demikian, jika dimasukkan dalam karung plastik tentu tidak akan kelihatan jika dibanding untuk membawa huruf lainnya. ”Ternyata yang hilang tidak hanya huruf yang berukuran besar, karena huruf berukuran kecil yang dipasang pada papan nama semua juga dihabisi, sehingga saat memasang huruf pada papan nama itu sekaligus dibuatkan pengaman.”imbuhnya.

Ditemui dalam kesempatan sama, salah seorang pekerja yang sehari-hari bertugas bersih-bersih di lingkungan lokasi embung, Candra, menyatakan tidak tahu menahu kapan hilangnya huruf yang terpasang pada papan nama embung itu. ”Kami saat bertugas pertama di tempat ini, huruf tersebut kondisinya sudah seperti itu,”tandasnya.