Cuaca Berkabut di Kawasan Waduk Gembong

0
89
Cuaca siang berkabut disertai hujan deras di kawasan Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Kamis (23/Desember) 2021 hari ini. (Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Cuaca buruk berkabut disertai turunnya hujan deras muncul di kawasan Waduk Seloro di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, Kamis (23/Desember) 2021, mulai sekitar pukul 11.00 siang hari ini. Kondisi tersebut juga diikuti dengan bertiupnya angin dari barat daya dengan kecepatan rendah hingga sedang.

Dengan demikian, cuaca di kawasan timur Lereng Muria yang dingin pada siang hari pun tak bisa dihindari, sehingga pengunjung waduk yang semula banyak mengambil tempat bersanti di talut pinggir waduk sisi timur, akhirnya harus mencari tempat aman dari kondisi cuaca itu. Mereka banyak memilih untuk mencari tempat di warung-warung yang nontenda, sambil menikmati panasnya kopi.

Kondisi cuaca berkabut disertai turunnya hujan, papar salah seorang warga Pohgading, Kecamatan Gembong, Wiyanto (53), bisa terjadi setiap saat. ”Maksudnya, kendati pada awalnya cuaca cerah tapi tiba-tiba mendadak berubah total dengan datangnya mendung kemudian hujan disertai turunnya kabut, sehingga pandangan yang terjadi adalah seperti sekarang,”ujarnya.

Kondisi cuaca di perairan Waduk Seloromo, di Desa/Kecamatan Gembong setelah berlalu hingga dua jam atau pukul 13.00 tetap diguyur hujan deras dan turunnya kabut dari kawasan timur Lereng Muria.(Foto:SN/aed)

Menghadapi cuaca demikian, lanjutnya, maka para nelayan yang tengah turun di perairan waduk biasanya memilih menghentikan kegiatannya, mengingat kadang-kadang munculnya tiupan angin kencang pun tak bisa dihindari. Padahal, saat berada di perairan waduk selain membawa alat tangkap jaring maupun anco, adalah gethek yang terbuat dari rangkaian bambu.

Karena itu, jika gethek ikut terbawa tiupan angin dari barat kendati mereka mengayuhnya ke selatan, dengan sendirinya kelengkapan alat untuk turun ke perairan waduk tersebut, akan ikut terbawa angin ke timur. Dengan demikian, bagi mereka tidak ada pilihan lain kecuali menghentikan kegiatannya, mengingat cuaca selain hujan deras juga berkabut.

Dalam kondisi cuaca seperti hari ini, hal itu memang sering terjadi berulang-ulang pada saat musim penghujan seperti sekarang, di mana hujan adalah saatnya waduk harus mengisi air dari daerah tangkapan. ”Hal tersebut akan berlangsung secara maksimal pada Januari dan Februari mendatang, sehingga bulan berikutnya (Maret) air waduk mulai mendekati penuh sampai bulan April mendatang,”imbuhnya.