Akses Jalan Berlubang ke Lorong Indah Ditutup dengan Padas

0
256
Para pekerja tengah menurunkan padas giling dari Sukolilo, untuk menutup akses jalan berlubang ke Lorong Indah (LI), di Desa/Kecamatan Margorejo.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Rusak dan kubangan akses ruas jalan masuk ke Lorong Indah (LI) di Desa/Kecamatan Margorejo, kini menggugah kesadaran salah seorang pemilik bangunan di komplek tersebut, Zaenal Musyafak, warga Desa Puri, Kecamatan Pati. Sebab, yang bersangkutan sudah bulat tekadnya untuk mewakafkan tanah seluas 6.000 meter persegi dan bangunan di atasnya, untuk kepentingan kemaslahatan.

Kendati siapa pihak ketiga dimaksud belum disebutkan secara jelas, tapi berdasarkan keterangan yang dihimpun menyebutkan. paling tidak sudah ada organisasi kemasyarakatan (Ormas) tingkat nasional, di mana Gus Nuril ada di dalamnya. Bahkan, rombongan tersebut dijadwalkan, Jumat (17/Desember) 2021 siang akan berkunjung ke lokasi tersebut.

Pemilik lahan bangunan yang bersangkutan, Zaenal Musafak, ketika ditanya berkait hal tersebut secara diplomatis menyampaikan, untuk berbuat amal yang memang sudah dipersiapkan tentu berkaitan dengan kepentingan  kemaslahatan bersama. ”Hal itu bisa saja untuk kepentingan para petani yang berada di kawasan LI, dan konon akan dijadikan  oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati  sebagai pusat pertanian berkelanjutan,”ujarnya.

Bangunan milik Zaenal Musyafak di atas lahan yang berbatasan dengan kompleks LI, di Dukuh Bibis, Desa/Kecamatan Margorejo, Pati.(Foto:SN/dok-aed)

Dengan demikian, lanjutnya, bisa saja amalan itu ditujuakan kepada para petani yang memiliki lahan persawahan di kawasan LI. Sebab, selama ini akses ruas jalan masuk sepanjang 2.200 meter, dan bila sampai di lokasi bangunan miliknya sepanjang 2.500 meter adalah sangat memprihatinkan. Sebab, selain jalan berbatu bila hujan seperti sekarang juga berlubang dan menjadi tempat kubangan air, sehingga bila petani yang tiap hari ke sawah pun harus menghadapi kondisi jalan seperti itu.

Akan tetapi, khusus untuk bangunan miliknya saat ini memang tengah dibersihkan menyusul setelah berbulan-bulan ditinggalkan, karena ditutup oleh pihak berkompeten di Pati. Bahkan, pihaknya meskipun tidak membuka usaha prostitusi juga tak kenal kompromi mendapat surat peringatan (SP) ke-2 dan ke-3, untuk membongkar bangunan miliknya itu.

Terlepas dari hal itu, karena akan kedatangan tamu tentu harus bersiap-siap untuk menyambutnya, termasuk menutup akses ruas jalan yang selama ini memang rusak dan banyak kubangan bila selesai turun hujan. ”Kami memang memilihan menggunakan material padas Sukolilo, kendati mahal harganya per dump truck mencapai Rp 500.000, tapi bila terkena air hujan daya lekatnya cukup padat,”imbuhnya.