Wayang Topeng Soneyan Harus Diusung Pentas ke Jakarta

0
41
Mantan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Paryanto (dekat tiang besar) saat bertemu dengan para seniman yang tergabung dalam GSMS Tahun 2021, di Pendapa Kemiri, Senin (8/November) kemarin.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kendati sejak 1 Oktober 2021 lalu secara resmi sudah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Paryanto, merasa masih mempunyai tanggung jawab moral terhadap penuntusan program yang sudah berjalan. Selain Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang sudah berakhir pada Senin (8/November) tadi malam, masih ada beberapa program lainnya.

Masing-masing, yaitu pementasan seni pertunjukan ketoprak dari naskah cerita hasil pelaksanaan ”workshop” penulisan naskah cerita oleh kalangan seniman yang sebagian besar tergabung dalam GSMS. Waktu pelaksanaan pementasan, adalah Senin malam (nanti malam) dan menyusul, Rabu (10/November) besok malam, di Desa Wisata Kertomulyo, Kecamatan Trangkil.

Karena itu, papar yang bersangkutan, kedatangannya di Pendapa Kemiri, hanya ingin melihat persiapan para seniman dalam berlatih pertunjukan ketoprak, karena program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program ”workshop.” ”Jika teman-teman seniman sudah mempersiapkan tugas dan tanggung jawabnya untuk melaksanakan itu dengan baik, kami tentu sangat berterima kasih,”ujarnya.

Selebihnya, Paryanto juga menginformasikan bahwa pihaknya juga baru selesai ditelepon dari provinsi, bahwa Desember mendatang, kesenian Wayang Topeng dari Dukuh Kedung Panjang, Desa Soneyan, Kecamatan Marogoyoso, Pati juga harus diusung untuk pentas ke Jakarta. Akan tetapi, setelah dilakukan koordinasi dengan jajaran pihak terkait hal tersebut terkendala faktor nonteknis, yaitu soal pembiayaannya.

Mengingat kesenian tradisonal satu-satunya di Pati yang sudah ditetapkan sebagai ”Warisan Budaya Tak benda Indonesia” Tahun 2021 adalah Wayang Topeng Kedung Panjang. Akan tetapi masih ada satu warisan lagi yang ditetapkan dengan status sama, yaitu Batik Bakaran Juwana, maka pihaknya masih tetap harus ikut memikul tanggung jawab tersebut.

Sebab, pengusulan dua kekayaan warisan budaya itu terjadi atau berlangsung saat dia menjabat sebagai Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. ”Akan tetapi, ketika pusat mengundang agar Wayang Topeng Kedung Panjang tampil pentas ke Jakarta harus terbentur pembiayaan, maka secara moral kami tak bisa lepas tangan,”tandasnya.