Rekanan Bendung Blado Kesulitan Membuang Tanah Galian

0
68
Gundukan tanah galian di lokasi paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi D.I Bendung Blado Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, pati dengan latar belakang Gunung Patiayam (atas). Alat berat jenis ekskavator terus berupaya maksimal untuk menata gundukan tanah galian di lokasi proyek tersebut (bawah).(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Selain mengawali pelaksanaan pekerjaan sudah terjadi keterlambatan, kini rekanan dalam melaksanakan paket pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi D.I Bendung Blado, di Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo juga menghadapi kendala. Yakni, mengalami kesulitan untuk membuang tanah galian dari lokasi proyek tersebut, sehingga kondisi tersebut tentu menghambat pelaksanaan pekerjaan lainnya.

Tidak hanya itu, hambatan juga muncul dengan terjadinya lubang galian untuk pondasi sisi kanan sayap hulu bendung ambrol sehingga alat berat harus kembali mengeruk tanah yang menutup lubang galian. Padahal, saat ini untuk pelaksanaan pekerjaan pasang pondasi untuk konstruksi sayap hulu sudah mulai di kerjakan, menyusul sudah dimulainya sayap hilir bendung yang mencapai ketinggian 4 meter.

Pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Tari ketika ditanya berkait hal tersebut tidak mengelak, bahwa saat ini pihaknya baru konsentrasi pada pekerjaan penggalian lubang pondasi untuk konstruksi sayap hulu bendung. ”Sebab, tanah hasil galian itu sudah ditumpuk menggunung, tapi belum bisa membuang karena kami tidak mempunyai lokasi untuk keperluan itu,”ujarnya.

Pelaksanaan pekerjaan pasang batu untuk pondasi sayap hulu bendung ini terpaksa berhenti karena lubang galiannya tertutup tanah yang longsor, dan harus dikeruk lagi.(Foto:SN/aed)

Akan tetapi, lanjutnya, tanah galian tersebut banyak yang harus dibuang sehingga pihaknya memprioritaskan kepada warga setempat jika ada yang membutuhkan bisa mengambil dengan membawa angkutan sendiri. Di sisi lain, juga lebih baik jika membawa surat keterangan dari desa bahwa tanah yang diambil adalah untuk kepentingan sendiri.

Masalahnya, jika ada paket pekerjaan yang menggali tanah dan tanah tersebut dibawa keluar dari lokasi, pasti dicurigai pihak rekanan menjual tanah galian yang disamakan statusnya dengan tanah dari lokasi galian C. Padahal, pihaknya memang benar-benar harus membuang tanah galian itu agar bisa leluasa dalam melaksanakan pekerjaan, mengingat lokasi untuk membuang tanah tersebut di sekitarnya sudah tidak ada.

Karena itu sekali lagi, utamanya bagi warga sekitar yang membutuhkan bisa mengambil dengan membawa angkutan sendiri, tapi dari tempat sampai tanah tersebut naik ke atas kendaraan pengangkut tetap dibantu alat berat dari rekanan. ”Jika ada di antara mereka yang mengucapkan terima kasih kepada operator dengan sekadar memberinya rokok, asal jangan uang dipersilakan,”tandasnya.