Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Blado Mulai Pelaksanaan Pekerjaan Sayap Hilir

0
22
Para pekerja di lokasi paket pekerjaan jaringan irigasi D.I Blado, di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo mulai mengerjakan pasangan batu pada sayap kanan hilir bendung(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sesuai rencana skedul pelaksana lapangan rekanan CV Borobudur Timur, Tari, bahwa dalam pekan ini, sudah bisa mulai melaksanakan pekerjaan pemasangan batu pada bagian sayap hilir kanan. Hal tersebut menyusul pembuatan galian untuk keperluan paket rehabilitasi jaringan irigasi D.I Blado, di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo sudah diselesaikan, sehingga berikutnya akan menyusul bagian sayap hilir kiri.

Untuk masing-masing panjang sayap hilir bendung tersebut, adalah 30 meter dengan lokasi galian untuk pondasi dan senderan sudah selesai tinggal melanjutkan dengan pemasangan batu belahnya. Dengan demikian, untuk saat ini dua alat berat jenis ekskavator sesuai rencana di datangkan di lokasi proyek yang menelan alokasi anggaran dari bantuan Bank Dunia (Loan) Tahun 2021 sebesar Rp 1,9 miliar lebih.

Jika mengacu pada papan proyek tersebut, untuk pelaksanaan paket pekerjaan itu adalah selama 75 hari kalender yang seharusnya sudah dimulai sejak 7 Oktober 2021 sampai (20 Desember) 2021. Akan tapi baru mulai dilaksanaan, Minggu (31 Oktober) 2021 karena terkendala faktor nonteknis, sehingga rekanan sudah kehilangan hari kalender selama tiga pekan.

Dua alat berat jenis ekskavator dikerahkan dan persediaan material tiang pancang untuk dasar pondasi ”mercu” bendung.(Foto:SN/aed)

Kendati demikian, pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Tari, dalam kesempatan bertemu di lokasi paket pekerjaan tersebut pekan lalu menyatakan optismistis bahwa pekerjaan tersebut akan bisa dituntaskan tepat waktu. Karena itu sesuai pernyataannya, dua alat berat yang didatangkan kini tengah melakukan penataan tanggul bendung bagian sayap hulu juga kiri dan kanan yang panjangnya mencai 20 meter.

Selebihnya alat berat tersebut sesuai tugasnya, adalah menata saluran pelimpahan air dari alur kali di hulu bendung yang dialihkan belok ke kanan menuju ke selatan (hilir) sepanjang 100 meter. Dengan demikian, air kali dari hulu mengalirnya tidak mengganggu lokasi pekerjaan, baik pada sayap hilir dan hulu bendung, sehingga sehabis turun hujan pun masih bisa bekerja.

Masih menurut Tari, pelaksanaan pekerjaan itu akan dibagi menjadi empat kelompok, termasuk yang mengerjakan ”mercu” bendung yang posisinya melintang. ”Sesuai ketentuan konstruksi bahwa pada titik lokasi tersebut dasarnya diperkuat dengan pancang, sehingga ”mercu” bendung tidak akan mengalami penurunan,”ujarnya.