Lima Unit Damkar Belum Bisa Ditarik dari Lokasi Kebakaran Dua Kelinci

0
40
Kembali terjadi upaya pemadaman pada salah satu tungku oven kacang yang masih memunculkan keu;an asap dan api.(Foto:SN/dok-yon)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Lima unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) bersama para personel anggota regu pemadam dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dan PT Djarum Kudus, sampai siang ini masih harus bersiaga di lokasi kebakaran pabrik kacang PT Dua Kelinci Pati. Ketika hal tersebut hendak dilakukan tadi pagi,  menyusul setelah upaya pendinginan diperkirakan tuntas, ternyata kembali muncul kepulan asap dan nyala api.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Sugiyono AP MSi, bahwa sampai saat ini upaya untuk pemadaman dan penyemprotan air masih dilakukan di tengah-tengah masih mengepulnya asap. ”Penyemprotan fokus dilakukan pada salah sebuah tungku oven, karena tinggal tungku tersebut yang masih mengeluarkan asap,”ujarnya.

Sementara dari pantau di lokasi, letak lokasi tungku itu ada pada ruangan oven di sisi barat karena ruang di sebelahnya (timur) yang untuk ruang packing yang kemarin juga terbakar, nyala apinya sudah padam sampai sekarang. Dalam kondisi tersebut, para pekerja di bagian itu juga masih masuk kerja karena saat jam istirahat, mereka juga ada yang tengah makan siang di salah sebuah warung penjual nasi sop, di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo.

Salah satu unit pemadam kebakaran dan personelnya siap menyemprotkan air ke posisi lokasi yang masih memunculkan asap, di ruang tungku oven.(Foto:SN/aed)

Menjawab pertanyaan berkait para pekerja yang Rabu (24/November) hari ini masih masuk kerja, Senior Manajer PT Dua Kelinci, Topan Rudianto menyatakan, masih belum konsentrasi mengurusi hal itu. Akan tetapi, diperkirakan masih masuk kerja semua terutama di bagian tungku oven maupun packing di bagian belakang yang selamat tidak ikut terbakar.

Dengan demikian, mereka bisa diperbantukan di tempat-tempat produksi yang masih aman, atau juga bisa bekerja bersama-sama melakukan pembersihan di bekas ruangan yang terbakar. Tempat tersebut harus dilakukan penataan secepatnya dalam upaya recovery, paling tidak dua sampai tiga hari harus sudah tuntas sehingga untuk kacang garing bisa kembali diproduksi maksimal.

”Upaya tersebut harus dilakukan maksimal, agar pasar tidak sampai mengalami kekosongan,”tandasnya.

Sedangkan yang berkait dengan latar belakang penyebab terjadinya kebakaran serta sumber api, pihaknya tidak bersedia memberikan keterangan, karena hal tersebut menjadi ranah pihak kepolisian, biar penjelasannya melalui satu pintu. Lagi pula, saat ini upaya penyelidikan oleh pihak Inafis dan labfor masih berlanjut, semuanya masih di sini.

Adapun pihak lain yang juga sudah datang ke lokasi, selain dari petugas asuransi juga dari Tenaga Kerja. Satu hal yang harus disyukuri, bahwa yang terbakar hanya bagian depan dan yang belakang masih aman. ”Lagi pula, adanya satu unit mobil pemadam yang berada di pos Dua Kelinci dalam Operasi Zebra berhasil lebih dahulu masuk menyemprotkan air, sebelum kedatangan regu pemadam kebakaran lain,”imbuh Topan Rudianto.