Ketua Salut Cempaka; Menduniakan Universitas Terbuka

0
109
Ketua ''Sentra Layanan Universitas Terbuka'' (SALUT) Cempaka Pati, Daryati SPd MPd.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sebagai penanggung jawab dan pengelola ”Sentra Layanan Universitas Terbuka” (SALUT) Cempaka di Pati, maka upaya ”menduniakan” Universitas Terbuka UPBJJ Semarang Perguruan Tinggi Negeri terus diupayakan maksimal. Dengan demikian, upaya memberikan layanan kepada masyarakat menuju insan cerdas dan mulia juga terus dilakukan, sehingga di Pati sekarang ini mempunyai empat kelompok belajar (Pokjar).

Dengan Pokjar Cempaka sebanyak itu, papar Ketua ”Salut” Cempaka Pati, Daryati SPd MPd, jumlah mahasiswanya tercatat sebanyak 1.040 orang. Sehingga pihaknya harus menyiapkan sentra layanan, termasuk kepada para mahasiswa yang lokasi tempat tinggalnya cukup jauh, maka jika sampai kemalaman saat mengkuiti kuliah mereka bisa bermalam di tempat layanan tersebut.

Penyediaan fasilitas tersebut berlokasi di Desa Dadirejo RT 04 RW 03, Kecamatan Margorejo, Pati atau tepatnya di belakang Pengadilan Negeri (PN) dan dekat Radio PAS FM. ”Untuk pemanfaatan fasilitas yang kami sediakan itu, Sabtu (20/November) 2021 tadi pagi diresmikan oleh Bupati Pati, Bapak Haryanto,”ujarnya.

Visi dan Misi Universitas Terbuka.(Foto:SN/aed)

Untuk jadwal pelaksanaan kuliah, lanjut Daryati adalah sepekan sekali tiap hari Sabtu sore hingga malam, sehingga dalam satu semester terselanggara 8 kali pertemuan. Sedangkan yang berkait dengan upaya menduniakan Universitas Terbuka, hal itu memang sesuai visi dan misi, di mana untuk visi-nya adalah ”Menjadi perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) berkualitas dunia.

Hal tersebut untuk menghasilkan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki daya saing, serta mengembangkan teori dan praktik PTTJJ. Adapun untuk misi ada tiga, di antaranya pertama  (1), menyediakan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dunia bagi semua lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan berbagai program PTTJJ untuk menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi.

Sedangkan misi kedua (2), yaitu menguji dan mengembangkan sistem PTTJJ untuk mendukung mengimplementasikan sistem pembelajaran jarak jauh di Indonesia. ”Ketiga (3) memanfaatkan dan mengembangkan hasil kajian keilmuan, kelembagaan, dan PTTJJ untuk menjawab tantatangan kebutuhan pembangunan nasional,”imbuhnya.