Bupati Tidak Membedakan Lulusan UT dengan Universitas Lain

0
206
Bupati Haryanto (dua dan tiga dari kiri) didampingi Ketua ”Salut” Cempaka Pati, Daryati SPd MPd saat meresmikan fasilitas Sentra Layanan Universitas Terbuka Cempaka Pati dengan pemotongan pita (atas) dan berfoto bersama.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Bupati Haryanto dalam menyikapi masalah lulusan perguruan tinggi bagi para personel aparat  pemerimtahan di jajarannya tidak membedakan, apakah yang bersangkutan lulusan universitas terbuka (UT) maupun universitas lainnya. Sebab, dalam hal bekerja yang utama adalah kemampuan dan keahlian masing-masing dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.

Hal itu tentu tidak hanya berlaku di jajaran aparat pemerintahan Kabupaten Pati saja, tapi juga di lembaga yang lain, karena saat diterima sebagai pegawai ijazahnya bukan dari lulusan perguruan tinggi. Akan tetapi setelah bekerja, kemudian mengikuti kuliah di universitas terbuka, dan lulus, maka akan berlaku penyesuian untuk tingkat pendidikannya, serta tidak ada perbedaan dari lulusan universitas mana.

Bupati Pati Haryanto, menegaskan hal tersebut dalam kesempatan menjawab pertanyaan awak media seusai meresmikan Sentra Layanan Universitas Terbuka ”Salut” Cempaka Pati, Sabtu (20/November 2021 tadi pagi. ”Terselenggaranya UT adalah suatu terobosan bagus untuk  warga Pati, karena bisa melanjutkan pendidikan lagi di perguruan tinggi,”ujarnya.

Bupati Pati Haryanto naik dan turun dari lantai satu ke lantai dua dan sebaliknya, saat melihat langsung bagian salah satu layanan Universitas Terbuka ”Salut” Cempaka Pati, yaitu tempat untuk menginap mahasiswa gratis.(Foto:SN/aed)

Karena itu, lanjutnya, masyarakat juga tak perlu khawatir jika belum sempat atau belum mampu mengkuliahkan putra-putrinya, sekarang sudah bisa dan ada kesempatan untuk itu. Kendati kuliah di UT, bahkan ini juga universitas negeri yang bedanya hanya cara belajarnya karena UT memang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh.

Akan tetapi, hal tersebut sekarang sudah tidak dilakukan lagi karena kuliahnya sepekan sekali dan berlangsumg di ruang kelas. Sehingga di Pati mahasiswa yang belajar di UT ini, jumlahnya cukup banyak karena jumlahnya mencapai 1.000 orang lebih, ditambah tersedianya fasilitas layanan maksimal oleh ”Salut” Cempaka.

Apalagi, bagi mahasiswa yang rumahnya jauh dari Kota Pati dan bila kuliahnya berlangsung sampai malam atau kemalaman, selesai itu bisa bermalam di sentra layanan. ”Memang benar di tempat ini tersedia fasilitas untuk bermalam mahasiswa, sehingga cukup menarik bagi yang berminat melanjutkan kuliah di UT,”imbuhnya.