Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati ; Banyak Contoh Karakter Wayang yang Bisa Diidolakan

0
50
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, Winarto SPd MHum didampingi Ketua PEPADI Kabupaten Pati Farid Suhanto MPd menyerahkan piala, piagam dan uang pembinaan kepada juara I Lomba Dalang Anak dan Remaja se-Eks Karesidenan Pati, Gandrung Swara Al Giffari (Pati) dan Mohamad Bayu Kusuma (Kudus).(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Banyak contoh karakter wayang bisa diidolakan dalam perilaku kehidupan sesorang, sehingga wayang mempunyai nilai budaya yang sangat berharga. Utamanya, adalah untuk membentuk karakter dan jati diri bangsa, maka dibutuhkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap budaya tersebut, termasuk di kalangan anak-anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, WInarto SPd MHum menyampaikan hal tersebut dalam sambutannnya pada peringatan Hari Wayang Dunia dan juga Hari Wayang Nasional, Minggu (7/November) 2021, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pati. Dalam kesempatan tersebut, hadir para juara Lomba Dalang Anak dan Remaja se-Eks Karesidenan Pati yang berlangsung akhir Oktober lalu.

Karena itu, lanjutnya, UNESCO sebagai lembaga yang membawahi kebudayaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tanggal 7 November 2003 menetapakan sebagai Hari Wayang Dunia. ”Sebab, wayang dari Indonesia adalah sebagai warisan kebudayaan mahakarya yang tak ternilai, utamanya dalam hal seni bertutur,”ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati Winarto SPd MHUm dan Ketua PEPADI Kabupaten Pati, Suhanto MPd berfoto bersama juara Lomba Dalang Anak se-Eks Karesidenan Pati (atas) dan berfoto bersama juara Lomba Dalang Remaja (bawah).(Foto;SN/aed)

Dengan demikian, masih papar Winarto, jika dalam memperingati Hari Wayang Dunia dan juga Hari Wayang Nasional ini, PEPADI Kabupaten Pati ini menyelenggarakan Lomba Dalang Anak dan Remaja dinilai sudah tepat. Lomba adalah sebuah upaya yang menjadi tolok ukur serta evaluasi dan juga koreksi atas apa yang dicapai, termasuk kekurangan yang masih dimiliki oleh para peserta lomba, untuk lebih meningkatkan lagi kemampuannya.

Jika ada peserta yang belum bisa meraih juara dalam lomba, maka upaya untuk meningkatkan kemampuannya agar terus dilakukan, sehingga dituntut untuk terus belajar mengingat seni pertunjukan wayang kulit, tingkat kesulitannya tentu luar biasa. Akan tetapi, bagi anak-anak yang sudah mau belajar sejak dini, nantinya akan mampu dan mempunyai kesadaran hingga kecintaannya terhadap wayang.

Sementara itu, untuk melestarikan dan mempertahankan warisan mahakarya kebudayaan ini, negara sudah hadir di tengah-tengahnya, sehingga negara pun  tidak tinggal diam melainkan terus mendorong perkembangan dan kemajuannya. ”Hal tersebut dibuktikan dengan disahkannya UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,”tandasnya.