Gelontoran Air Kali Limpas, Dikabarkan Tanggul Bobol

0
79
Di tempat dua ekskavator harus parkir karena tidak bisa melanjutkan bekerja akibat turun hujan deras, di tempat itulah derasnya gelontoran air kali dari hulu limpas.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dampak menguyurnya hujan deras Kamis (25/November) 2021 mulai dari siang hingga sore hari menyebabkan gelontoran air Kali Blado yang melintas di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, Pati, limpas ke areal persawahan beberapa petani. Limpasan gelontoran air dari hulu tersebut juga membawa berbagai jenis ”sangkrah”, dan sudah pasti masuk ke areal persawahan.

Kondisi tersebut akhirnya diposting ke media sosial dan disebut-sebut telah terjadi tanggul alur kali itu bobol, meskipun saat ini baru berlangsung pelaksanaan paket pekerjaan normalisasi alur kali tersebut. Pekerjaan itu menjadi bagian satu paket dengan pekerjaan pembangunan Bendung Blado yang lokasinya dari gelontoran air kali limpas sekitar 400 meter ke hilir.

Untuk paket pekerjaan tersebut, papar pelaksana lapangan rekanan CV Borobudur Timur, Tari, semula panjang alur kali yang dinormalisasi dari hulu hingga sekitar bendung panjangnya adalah 1.400 meter, dan sudah berjalan sekitar 1.000 meter. ”Akan tetapi, sisa 400 meter ke hilir, siang kemarin operator alat berat tidak bisa melanjutkan bekerja,”ujarnya.

Salah seorang petani, warga Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo yang terkena limpasan gelontoran air alur Kali Blado, Kamis (25/November) kemarin, membersihkan ”sangkrah” yang masuk ke areal persawahannya.(Foto:SN/aed)

Dengan demikian, lanjutnya, otomatis kedua alat berat itu berhenti bekerja dan harus parkir di tanggul yang alur kalinya belum dikeruk. Sehingga, dampak yang ditimbulkan kondisi tanggul dalam posisi lebih rendah dibanding tanggu yang sudah dikeruk di bagian hulu, maka akibatnya terjadinya limpasan gelontoran air dari alur kali masuk ke persawahan tak bisa dihindari.

Di sisi lain, yang terdampak dari kondisi itu juga dialami pihaknya sendiri karena lokasi pekerjaan pasangan batu dan juga mercu Bendung Blado sekitar 400 meter dari pekerjaan normalisasi juga menjadi tempat genangan air. Sebab, di sayap hilir bendung untuk menghindari agar air dari hilir pasang tidak masuk ke lokasi pekerjaan.

Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, karena gelontoran air dari hulu selain limpas ke areal persawahan di sisi kiri (barat) alur kali juga masuk ke lokasi pekerjaannya, dan diperparah masuknya air dari hilir. ”Karena itu, upaya menguras air harus dilakukan sampai siang, termasuk dua alat berat juga baru bisa bekerja setelah lokasi tempatnya parkir sejak kemarin, sudah mulai bisa dugunakan manuver,”imbuhnya.