Dua Bangunan Berdiri di Bibir Alur Kali Blado Dikeluhkan Warga

0
45
Sebuah bangunan tempat penggilingan padi dan bengkel milik seorang warga Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, tepat di bibir alur Kali Blado, menjadi ancaman banjir bagi lingkungan warga setempat.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Alur Kali Blado, di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, saat ini sudah dinormalisasi dari hulu hingga mendekati lokasi bendung sepanjang 1.400 meter, tapi warga di kawasan alur kali tersebut tetap diliputi kekhawatiran. Sebab, ancaman terjadi banjir air gelontoran dari hulu bisa terjadi sewaktu-waktu, utamanya saat turun hujan deras.

Masalahnya, papar beberapa warga, di salah satu posisi alur kali yang menikung tajam, di tempat itu berdiri dua bangunan, berupa tempat penggilingan padi dan juga bengkel. Selebihnya, kedua bangunan itu juga berdiri tepat di bibir alur kali tersebut, sehingga jika terjadi gelontoran air cukup deras langsung menghantam, tepat pada bagian yang menikung.

Akibatnya, derasnya gelontoran air langsung menuju hilir karena di lokasi yang menikung ada bangunan talut lama yang sampai sekarang masih mampu bertahan. ”Akan tetapi, setelah ujung talut jika terjadi gelontoran air cukup deras bisa beralih menghantam tanggul yang baru ditinggikan dari pelaksanaan normalisasi yang saat ini masih berjalan,”ujar salah seorang di antara mereka, sebut saja namanya Usman (62).

Kondisi ujung talut di bagian hulu bisa melindungi sebagian bangunan bengkel, tapi kian ke hulu yang melewati bangunan penggilingan padi juga ikut terancam.(Foto:SN/aed)

Pelaksana lapangan rekanan pekerjaan yang bersangkutan, Tari, ketika ditanya berkait kondisi itu tidak mengelak, tapi dalam hal ini pihaknya hanya mempunyai kewenangan terbatas. Yakni, melaksanakan pekerjaan sesuai kondisi yang ada, dan kondisi yang ada tersebut menyebabkan alat berat yang harus mengerjakan pengerukan di lokasi itu tak bisa masuk.

Dengan demikian, alat berat itu tidak bisa menjangkau alur kali yang dikeruk maupun tanggul yang harus dilakukan penataan, sehingga menyebabkan masih ada bagian tanah di pinggir alur kali yang menikung tidak bisa dikeruk, tepat di tikungan. Hal tersebut ,tentu menjadi ancaman terhadap tanggul yang terletak di sisi kiri (timur) hilir tikungan itu.

Karena itu, untuk menyikapi kondisi riil di lapangan seperti ini lebih baik dibahas di tingkat desa dengan mengundang pihak yang berkompeten, yaitu Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, dan kami akan menambahkan material batu grosok untuk memperkuat bagian tangggul yang menikung di bagian hilir talut lama,”imbuhnya.