Dengan Truk Molen dan Truk Berpompa, Rekanan Mengakhiri Pengecoran Dermaga Kolam Tambat Kapal di Juwana

0
46
Truk molen atau yang biasa disebut readymix concrete bahu membahu dengan truk berpompa penyedot material beton, untuk melakukan pengecoran dermaga tambat kapal di Juwana.(Foto:SN/dok-lik)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Guyuran hujan yang turun sepanjang sore, Rabu (17/November) 2021 kesoknya kemarin, menyebabkan kawasan dermaga kolam tambat kapal di sekitar Pulau Seprapat Juwana, tidak bisa dimasuki kendaraan bermuatan berat. Hal tersebut sangat berisiko terperosoknya kendaraan tersebut yang berdampak memunculkan kesulitan baru, dan sementara sudah tidak ada lagi alat berat yang bisa mendorong kendaraan itu.

Mengingat Kamis (18/November) 2021 hari ini adalah tahapan terakhir pengecoran dermaga, untuk tambat kapal patroli TNI  Angkat Laut (AL) Pos Juwana dan juga kapal patroli Pol Airud, maka rekanan yang melaksanakan pekerjaan tersebut sudah melakukan antisipasi maksimal. Yakni, menyiapkan kendaraan truk lengkap dengan pompa penyedot material cor beton dari kendaraan/mobil molen pengangkut.

Dengan demikian, papar pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan, Abdul Kholik, pihaknya tetap bisa bekerja meskipun fasilitas kedua truk itu tidak perlu mendekat ke lokasi pekerjaan. Sebab, lokasi dermaga tambat yang harus dilakukan pengecoran itu dalam kondisi mudah ambles bila ada beban berat melintas di atasnya.

Akan tetapi dengan menggunakan peralatan pompa berdaya jangkau lebih dari 25 meter yang mengambil material cor beton dari molen, maka pompa tersebut bisa menuang atau menyemprotkan bagian yang harus dicor beton. ”Utamanya, adalah bagian konstruksi penguat bawah, karena bagian plat atau lantai dermaga sebagian  sudah dilakukan pengecoran sebelumnya,”ujarnya.

Adapun material beton cor yang digunakan melakukan pengecoran konstruksi penguat bawah atau ”capping beam,” lanjutnya, untuk volume seluruhnya sebanyak 95 meter kubik. Sehingga jumlah truk molen pengangkut harus hilir mudik lebih dari sepuluh kali, karena rata-rata truk molen itu mengangkut 7 meter kubik material beton cor.

Selesainya pengecoran dermaga tambat yang harus menggunakan fasilitas pompa itu, maka selesai seluruh pekerjaan pengecoran lantai/plat, baik dermaga utama sepanjang 670 meter dan dermaga tambat kapal patroli. Khusus dermaga tambat yang disebut terakhir, lokasinya berada di sisi selatan, sehingga pihaknya sudah berhasil menuntaskan pekerjaan pengecoran.

Di sisi lain, hari kalender untuk pelaksanaan pekerjaan paket pembangunan dermaga tambat kapal sesuai kontrak, baru akan berakhir Selasa (30/November) 2021 mendatang. Karena itu, jika dihitung pihaknya masih mempunyai sisa waktu 12 hari kalender, sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan ringan atau perapian hasil pekerjaan secara kesulurahan.

Hal tersebut tentu termasuk upaya bersih-bersih di kawasan lingkungan kolam tambat kapal, barang kali ada potongan-potongan material utamanya kayu untuk ”begisting” yang tertinggal. ”Kami juga masih harus membersihkan/membongkar cetak beton sementara untuk dermaga tambat kapal patroli yang hari ini baru selesai dilakukan pengecoran, dan lega rasanya,”tandas Abdul Kholik.