Yang Terselip di Antara Lomba Dalang Anak dan Remaja; Tampilnya Kelompok Penabuh Gamelan Masih Usia SD

0
43
Kelompok penabuh gamelan, pengiring tampilan peserta Lomba Dalang Anak dan Remaja se-Eks Karesidenan Pati berfoto bersama Ketua PEPADI Kabupaten Pati, Farid Suhanto.(Foto:SN/dok-dit)

SAMIN-NEWS.com, CATATAN penulis saat berlangsungnya Lomba Dalang se-Eks Karesidenan Pati untuk yang kelompok remaja, nyaris terselip di antara gegap gempitanya anak-anak dan remaja penampil dalam lomba saat memainkan wayang. Kendati mereka masih anak-anak maupun tengah menginjak remaja, ternyata kemampuan dalam memainkan wayang, ke depan tetap bisa diharapkan sebagai penyelamat seni budaya leluhurnya.

Di balik itu, ternyata ada tampilan kelompok anak usia SD yang juga tidak kalah gegap gempitanya dalam menabuh gamelan pengiring tampilnya salah seorang peserta lomba dari kelompok remaja pada hari kedua, Selasa (26/Oktober) lalu. Sedangkan kelompok penampil ini tak lain peserta dengan nomor undi 5, Nahnu Alfa (Pati) yang membawakan lakon ”Brubuh Ngalengka.”

Penampil yang satu ini, adalah asuhan dalang muda Rama Aditya, sehingga mulai naskah dan gamelan pengiring semua disiapkan dan  digarap oleh yang bersangkutan. Dengan demikian, satu-satunya pengiring gamelan, semuanya anak-anak sebanyak 10 orang di luar pengendang dalam lomba dalang tersebut hanyalah penampil asuhan dalang muda ini.

Karena itu, paparnya, lomba ini adalah sebagai ajang selain dalang remaja asuhannya juga sekaligus anak-anak penabuh gamelan pengiring yang memang disiapkan dari kalangan anak-anak. ”Sebenarnya, kami juga punya penabuh gamelan kelompok remaja yang sudah harus memasuki proses menuju kemampuan ke jenjang maksimal,”ujarnya.

Kiprah anak-anak penabuh gamelan pengiring tampilnya dalang remaja dalam Lomba Dalang Anak dan Remaja se-Eks Karesidenan Pati yang diselenggarakan PEPADI Kabupaten Pati.(Foto:SN/dok-dit)

Akan tetapi, lanjutnya, dia sengaja menampilkan yang kelompok penabuh gamelan anak-anak agar mulai tertanam kepercayaan diri mereka. Dia sadar benar, bahwa hal itu harus menghadapi satu konsekuensi jika tidak berhasil, masih ada kesempatan panjang bagi mereka untuk mencapai jam terbang maksimal, sehingga anak-anak tidak perlu berkecil hati jika harus tidak berhasil meraih juara.

Sebab, salah satu kriteria dalam lomba dalang yang harus dinilai dewan yuri tentu saja iringan yang sudah barang tentu adalah penabuh gamelannya. Kendati demikian, penampilan secara keseluruhan dalang remaja binaannya, Nahnu Alfa oleh dewan yuri ditempatkan pada juara III, sehingga anak-anak penabuh gamelan pengiring ini paling tidak sudah tertanam awal kebanggaan.

Menjawab pertanyaan, Rama Aditya menambahkan, jika pihaknya saat ini bisa menggembleng anak-anak dalam mendalang maupun menabuh gamelan, karena fasilitas tersebut memang tersedia. Sebab, dia dipercaya oleh sesorang untuk mengelola gamelan, sehingga di tempat pemilik tersebut sekaligus sebagai sanggar.

Selain mengembleng dalang anak-anak dan juga remaja, pihaknya juga masih menyempatkan untuk melatih anak-anak bermain ketoprak. ”Kami termasuk salah satu seniman yang masuk dalam daftar Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) untuk SD Negeri 02 Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa,”imbuhnya.