Seniman Pati Gelar ”Ucapan Maturnuwun Bapak Paryanto”

0
261
Pada layar penutup bagian belakang suatu ruangan yang biasa disebut ''background'' salah pada bagian tulisan, tapi tidak mengurangi makna dan tujuan.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Minggu (10/Oktober) 2021 hari ini, para seniman/seniwati di Pati yang tergabung dalam Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Pati, menggelar ungkapan dan ucapan ”Maturnuwun Bapak Paryanto.” Sedangkan ucapan kepada yang bersangkutan itu tak lain, selama ini atau tepatnya sejak Januari Tahun 2017 sebagai Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati.

Akan tetapi, per 1 Oktober 2021 orang tersebut harus berpindah tugas, dan harus berpisah dari para seniman yang dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir itu merasa terwakili dan diperhatikan kepentingan serta aspirasinya. Sebab, orang dimaksud harus alih tugas ke dinas lain dengan menduduki jabatan sekretaris, maka yang mencuat dari ungkapan para seniman tersebut adalah ”Panjengan (Panjenengan) Jengkar Atiku Dadi Ambyar.”

Sedangkan penekanan pada baris terakhir tulisan tersebut, yaitu ”Ampun Pedot Pasederekan Nggeh (Nggih) Pak,” dan hal itu juga ditekankan oleh ketua panitia yang membesut acara tersebut, Bowo Asmoro. Dengan demikian, kepada mantan Kabid Kebudayaan yang bersangkutan, Paryanto dia menekankan bahwa para seniman boleh merasa dipisahkan karena tugas, tapi persaudaraan dengan para seniman tidak harus terputus.

Sebab, kebersamaannya selama ini, adalah benar-benar cermin bahwa pejabat itu memang mengetahui dan memami bidang tugasnya saat harus berada di tengah-tengah kalangan para seniman yang memang baru kali ini ada perhatian dan respont terhadap aspirasinya. ”Buktinya, melalui program GSMS dari Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Pati, para seniman benar-benar bisa ikut berperan dalam memperkenalkan seni budaya leluhur kepada generasi sekarang,”tandasnya.

Ketua panitia gelaran ”Ucapan Maturnuwun Pak Paryanto” Seniman Pati, Bowo Asmoro (atas) dan mantan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Paryanto beserta istri, di Pendapa Kemiri Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Minggu (10/Oktober) tadi pagi (bawah).(Foto:SN/aed)

Akan tetapi, lanjutnya, tugas yang bersangkutan dalam melaksanakan program tersebut bersama para seniman,  ternyata tugas baru sudah menantinya. Dengan demikian, pejabat yang bersangkutan pun harus meninggalkan para seniman, maka kalangan seniman pun hanya bisa mengucapkan, ”Maturnuwun Pak Paryanto,”ujarnya.

Sementara itu bagi mantan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Paryanto menegaskan, bahwa jabatan bagi dia adalah sebuah amanah sehingga ke mana saja dan sampai kapan saja, dia memang tidak mengetahui hal tersebut akan berlangsung sampai kapan. Karena dia harus mendapat amanah tidak lagi di Bidang Kebudayaan, melainkan di tempat lain, maka amah tersebut harus dilaksanakan.

Tanda persahabatan hadirnya mantan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Paryanto, oleh ketua panitia Bowo Asmoro pun memakaikan blangkon untuk Paryanto.(Foto:SN/aed)

Menjawab pertanyaan, Paryanto tidak mengelak, bahwa dalam melaksanakan program GSMS tahapan berikutnya, adalah menggelar pertunjukan hasil karya para seniman dan murid-murud sekolah yang menjadi sasaran program tersebut. Tahun ini, terdapat 65 sekolah, di mana 45 sekolah sasaran menggelar seni pertunjukan ketoprak, baik di ingkat SD maupun SMP yang akan dimulai 28 Oktober s/d 9 November.

Sedangkan dalam memperingati Hari Wayang, 7 November 2021 akan dilaksankan pula Festival Dalang Anak-anak dan Remaja tingkat Eks Karesidenan, di Pati. ”Untuk Desember, nanti masih harus dilaksanakan program ”workshop” Penulisan Naskah Ketoprak yang naskah hasil karya para peserta digunakan sebagai cerita dalam Festival Ketoprak Pelajar semua tingkatan, baik SD, SMP dan SMA se-Kabupaten Pati Tahun 2022,”papar Paryanto.