Saudi Izinkan Pelaksanaan Umrah Asal Indonesia, Bulan Depan Diharap Bisa Berangkat

0
71
Kasi PHU Kemenag Pati, Abdul Hamid

SAMIN-NEWS.com, PATI – Kasi PHU Kemenag Pati, Abdul Hamid menyatakan pemerintah pusat saat ini tengah menyusun langkah perjalanan ibadah umrah bagi calon jemaah asal Indonesia. Itu dilakukan usai otoriras Arab Saudi mengeluarkan nota diplomatik mengizinkan pelaksanaan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia.

Hal ini berdasarkan informasi yang diterimanya dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief. Setidaknya ada delapan skema yang disusun untuk persiapan keberangkatan umrah bagi calon jemaah tanah air.

“Pertama, jemaah umrah asal Indonesia tetap mengikuti persyaratan atau ketentuan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kedua, jemaah wajib mengikuti protokol kesehatan secara ketat,” papar Hamid, Selasa (19/10/2021).

Kemudian, ketiga yakni pemberangkatan/kepulangan jemaah akan dilaksanakan secara terpadu melalui satu pintu, yakni melalui Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. Hal itu bertujuan untuk pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah.

keempat, penerbangan yang diizinkan untuk mengangkut jemaah umrah beserta barang bawaannya menggunakan penerbangan langsung atau (direct flight) Indonesia-Arab Saudi PP.

Kelima, calon jemaah wajib melaksanakan tes swab PCR sebelum keberangkatan secara terpadu. Para jemaah juga akan dikarantina di Asrama Haji sebelum keberangkatan dan sesampainya di Tanah Air. Keenam, aplikasi PeduliLindungi Kemenkes akan terintegrasi dengan aplikasi Tawakalna milik Arab Saudi dan Siskopatuh milik Kemenag.

Ketujuh, barcode sertifikat vaksin akan dicetak dan dibagikan kepada jemaah umrah. Upaya itu dilakukan agar barcode atau kode batang vaksin milik calon jemaah umrah nantinya bisa terbaca oleh mesin pindai yang ada di Arab Saudi saat penyelenggaraan ibadah umrah nanti.

Kedelapan, terkait perubahan biaya referensi perjalanan ibadah umrah mengikuti perkembangan dan biaya protokol kesehatan di indonesia dan arab saudi.

“Untuk keberangkatannya, kita (daerah) menunggu hasil sinkronisasi antara Kemenag, Kemenkes dan Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengenai barcode vaksin. Tetapi semoga awal bulan depan sudah mulai bisa diberangkatkan, syukur bisa lebih cepat,” pungkasnya.