Sampai Hari Ini Pembangunan Bendung Blado Belum Ada Kegiatan Pelaksanaan

0
60
Hilir alur kali di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo yang menjadi rencana lokasi pembangunan Bendung Blado Tahun 2021.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sesuai studi kelayakan Tahun 2020 lokasi alur Kali di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, Pati, layak sebagai lokasi dibangunnya sebuah bendung baru, yaitu Bendung Blado. Hal itu untuk mengganti bendung kali yang di bagian hulu peninggalan Belanda, tapi kondisi sudah mengalami kerusakan.

Karena itu, pihak yang berkompeten dari hasil studi kelayakan dimaksud, maka Tahun 2021 di lokasi yang sudah dipasang patok tersebut layak sebagai lokasi dibangunnya bendung baru. Untuk keperluan tersebut, maka pihak yang berkomoeten Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, mendapat alokasi dana bantuan Bank Dunia.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun alokasi dana untuk keperluan itu adalah ”Loan IPDMP.” yang rata-rata paket pekerjaannya sudah dilaksanakan oleh rekanan penyedia jasa sebagai pemenang tender pada awal bulan ini (Oktober). Akan tetapi yang menuai tanda tanya, mengapa untuk pelaksanaan pembangunan Bendung Blado sampai, Rabu (27/Oktober) hari ini belum juga dilaksanakan.

Bagian hulu alur kali di Desa Jimbaran, Kecamatan Margorejo, Pati yang direncanakan sebagai lokasi Bendung Blado.(Foto:SN/aed)

Dengan belum dilaksanakan kegiatan paket pekerjaan tersebut, maka sampai hari ini, di lokasi itu belum juga tersedia material yang dibutuhkan untuk konstruksi bendung. Di sisi lain, papan proyek yang dibutuhkan sebagai informasi tentang paket proyek itu sendiri tentu sama sekali belum ada kecuali patok dari bilah bambu untuk lokasi atau titik P0.

Karena itu, jika mengacu paket pekerjaan lainnya seperti yang di Bendung Bertek maupun di jaringan irigasi DI Pandi Ngawen, sudah dimulai sejak awal bulan ini dan akan berakhir atau harus sudah selesai sekitar pertengahan Desember mendatang. Bahkan, alokasi anggarannya juga di atas Rp 1 miliar, sehingga jika untuk keperluan pembangunan bendung baru diperkirakan, tentu tidak cukup jika hanya Rp 3 miliar.

Diminta tanggapannya berkait hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno menyampaikan, bahwa beberapa hari sebelumnya rekanan pemenang tender sudah melakukan pengukuran di lokasi. ”Seharusnya hal itu segera ditindaklanjuti atau dimulainya pelaksanaan pekerjaan, dan jika belum ada besok sekalian kami lakukan pengecekan ke lokasi,”ujarnya.