Panen Padi MT III Dampaknya Dirasakan Bagi Pemilik Ternak Piaraan

0
36
Para pencari pakan ternak sapi di puncak musim kemarau ini tengah antre selesainya panenan padi hasil MT III, untuk diambil sisa-sisa jeraminya.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Dampak berlangsungnya panenan hasil musim tanam (MT) III di mana para petani di beberapa tempat, di Pati masih menanam padi dirasakan juga manfaatnya oleh para pemilik hewan piaraan, sapi. Jika musim kemarau sebelumnya harus menghadapi kesulitan mencari pakan ternak, sehingga harus mencari sisa jerami kering sampai ke mana-mana, untuk saat ini pakan ternak itu dengan mudah didapatkan.

Sebab, beberapa desa seperti di wilayah Kecamatan Jakenan sekarang ini, seperti Sidoarum maupun Tondomulyo masih ada warga yang memanen tanaman padi pada MT III. Demikian pula di kecamatan lain juga masih ada petani yang juga memanen padi, termasuk di beberapa desa di wilayah  Kecamatan Pati, sehingga persediaan pakan untuk saat ini sampai awal musim penghujan nanti tidak banyak yang kesulitan untuk mendapatkannya.

Hal tersebut dipaparkan sejumlah pemilik ternak sapi, asal Jaken ketika ditemui tengah mengantre selesainya panen di kawasan Sampang, Tondomulyo – Glonggong, Kecamatan Jakenan. ”Karena jarak untuk mendapatkan jerami cukup dekat, maka saat mencari di areal persawahan yang selesai dipanen diupayakan bisa mengumpulkan lebih banyak,”ujar salah seorang di antara mereka, Pasidin (52).

Saat ini, lanjutnya, dia mempunyai tiga ekor sapi piaraan sehingga untuk sekali angkut jerami yang didapatkan dengan menggunakan motor miliknya, bisa dimanfaatkan untuk memberikan sapi piaraannya selama tiga hari. Sedangkan motor miliknya terhitung cukup bagus juga tidak sayang digunakan mencari dan mengangkut jerami.

Alasannya, dia mampu membeli motor dari menabung hasil penjualan sapinya sehingga dengan motor dalam kondisi baik, maka saat digunakan mengangkut jerami bisa lebih cepat dan juga tidak sering mogok. Karena itu, jika panenan padinya di wilayah Kecamatan Jakenan kalau harus menempuh perjalanan sampai Jaken, bisa mengangkut jerami dua kali.

Apalagi, jerami tersebut tinggal ngambil tanpa harus beli sehingga dengan dua kali angkut sudah bisa mempunyai persediaan makan selama sepekan, dan sisanya ada yang dikeringkan untuk persediaan cadangan di musim hujan sebelum tumbuh banyak rumput. ”Jerami kering itu digunakan memberi makan sapi dengan direndam dalam air, dan diberikan campuran sedikit urea yang juga ditambah ampas gilingan tapioka/ketela,”imbuhnya.