Kepala SMPN 1 Jakenan Lega; Anak-anak Peserta Program GSMS Mulai Mengenal Seni Budaya Leluhur

0
131
Kepala SMPN 1 Jakenan, Mukhamad Yusuf SPd MPd (kiri) bersama Ketua Komite SMPN yang bersangkutan, Supaat SPd.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, TAHUN 2021 adalah kali pertama SMPN 1 Jakenan menjadi sasaran objek Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS), sehingga atas komitmen pihak sekolah bersama komite dan seniman, kini hasil program pembelajaran tersebut mulai bisa dirasakan. Salah satu di antaranya, jika anak-anak yang semula atau pada awalnya sama sekali tidak memahami apa itu seni pertunjukan ketoprak, kini berbalik mulai tertarik untuk mempelajarinya.

Dengan kata lain, papar Kepala SMPN 1 Jakenan, Mukhamad Yusus SPd MPd, anak-anak yang menjadi bagian dari program tersebut dalam belajar seni pertunjukan itu ingin waktu berlatihnya ditambah. Sedangkan hasil latihan, sekarang membuat pihaknya merasa lega karena anak-anak yang semula tidak tahu menjadi berminat untuk tahu, kemudian giat mempelajarinya dan sekarang sudah bisa melaksanakan/memainkan.

Karena itu, proses pembelajaran pembentukan karakter anak melalui pemahaman latar belakang seni budaya leluhur ternyata mempunyai daya tarik tersendiri, sehingga paling tidak nantinya kepada mereka harapan untuk menguri-urinya bisa dilanjutkan kepada generasi mendatang. Jika tidak yang menaruh kepedulian tentang hal itu, maka seni budaya leluhur akan hilang sehingga tinggal nama dan kenangan.

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka pihaknya pun mengajak para seniman agar program GSMS yang sudah masuk ke sekolah-sekolah terus dilanjutkan, sehingga anak-anak akan semakin memahami seni budaya para leluhurnya. ”Dengan demikian, para seniman pun jangan ragu-ragu dalam mengemban tugas pembelajaran tersebut kepada putra-putri kami, anak negeri ini,”tandasnya.

Di sisi lain, dalam proses pembelajaran GSMS yang dilakukan para seniman juga tidak hanya menggarap seni pertunjukan ketoprak semata, tapi untuk penabuh gamelan pengiring juga diajarkan. Sehingga sekarang, anak-anak yang bertugas sebagai penabuh gamelan pengiring juga sudah mempunyai kemampuan untuk menabuh gamelan tersebut.

Padahal awalnya, mereka juga tidak tahu jenis-jenis gamelan kecuali hanya mendengar suaranya ketika ditabuh, tapi sekarang mereka sudah bisa menabuhnya sendiri. ”Tidak hanya itu, mereka pun memahami bentuk-bentuk perangkat gamelan, mulai dari kendang, kenon, gong, bonang, peking, saron dan yang lainnya sejak mereka mempelajarinya,”imbuh Mukhamad Yusuf.

Sementara itu, sesuai jadwal Sabtu (16/Oktober) hari ini atau tadi pagi, adalah giliran SMPN 1 Jakenan harus menerima kedatangan Tim Monitoring program GSMS ke sekolah yang bersangkutan. Untuk menyambut tim yang juga masih didampingi mantan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Paryanto merespons hasil proses pembelajaran GSMS di sekolah tersebut.

Tidak cukup hanya itu, tim juga menghargai upaya pihak seniman dan sekolah yang menampilkan hasil proses pembelajaran tersebut secara lengkap, yaitu untuk pertunjukan seni ketoprak menggunakan fasilitas panggung, serta sudah memakai kostum sesuai peran masing-masing. ”Bahkan kami juga sangat menghargai bahwa kepala sekolah dan para guru semua hadir dengan memakai pakaian adat Pati,”puji Paryanto.