Kawasan Waduk Gembong Menjadi Pilihan Warga Sebagai Tempat Bersantai

0
89
Tempat/pos masuk kawasan lingkungan Waduk Gembong dari sisi tenggara sehingga sejumlah warga Desa/Kecamatan Gembong yang memanfaatkan peluang itu memasang pemberitahuan seperti pada gambar (Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sejak sekitar satu bulan terakhir kawasan tepian Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong bila sore hari menjadi pilihan kunjungan warga, untuk bersantai bersama keluarga. Bagi penggemar minuman kopi pilihan tempat tersebut dirasa amat cocok, karena bisa ”ngopi” sepuasnya di warung-warung tenda yang banyak bermunculan hampir di setiap sudut lingkungan daerah genangan waduk.

Karena lokasi yang disebut terakhir bila musim kemarau berubah menjadi daratan, maka dalam kondisi seperti sekarang hal itu berubah menjadi daratan. Jika menjadi lokasi pilihan pengunjung, karena dari tempat ini maupun dari sisi selatan dan timur waduk bisa menikmati latar belakang indahnya Gunung Muria, tapi yang memilih tempat di sisi barat waduk juga banyak.

Dengan kata lain, papar salah seorang warga setempat, Yanto (46), munculnya daerah genangan (kom) waduk yang berubah menjadi tanah lapang cukup luas, menjadi pilihan pengunjung utamanya di sore hari untuk menikmati sejuknya udara dan keindahan alam kawasan Lereng Muria. ”Karena itu, wajar jika sekarang ini juga munculnya banyak warung tenda di tepian waduk,”ujarnya.

Salah sebuah warung tenda penjaja makanan dan minuman yang berdiri di daerah genangan waduk yang bila musim kemarau menjadi daratan (atas) dan warung lainnya yang mengambil tempat di sisi timur waduk (bawah).(Foto:SN/aed)

Kepala Desa Gembong, Sukardi RT ketika ditanya berkait hal tersebut mengungkapkan meskipun desa bukan sebagai penanggung jawab maupun pengelola waduk itu, tapi pihaknya tidak melarang beberapa warganya untuk membuka pos keluar/masuk kawasan waduk. Berkait masalah itu, jika kepada para pengunjung dikenai partisipasi Rp 1.000 bagi yang berkendara motor dan yang mobil Rp 2.000, sekadar untuk tenaga kebersihan.

Sebab, para pengunjung ketika sudah berada dan bersantai di lingkungan kawasan waduk biasanya juga membeli makanan/minuman dari warung-warung yang banyak berdiri di tepian waduk. Dengan demikian, mereka akhirnya pun sebagai pembawa sampah terutama dari kemasan plastik yang selesai makan pengunjung harus segera dibersihkan.

Jika tidak, sampah itu akan berserakan di daerah genangan yang menjadi tempat pengunjung bersantai bersama keluarga. ”Dampak lain, sampah-sampah itu juga akan mudah masuk ke dalam area genangan waduk bila ditiup angin, sehingga jangan ada pihak yang salah paham bahwa masuk ke kawasan waduk dipungut biaya,”tandasnya.