Seksi Jalan Segera Menyusun Perencanaan Jalan Tembus Kaliampo-Sokobubuk

0
69
Kepala Seksi(Kasie) Jalan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo
Kepala Seksi(Kasie) Jalan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Menindaklanjuti hasil survei jalan tembus dari Kaliampo, Desa Wangunrejo hingga Sokobubuk, keduanya di Kecamatan Margorejo, kini pihak Seksi Jalan Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, langsung bersiap-siap menyusun rencana tindak lanjutnya. Materi hasil survei selama empat hari berturut-turut di lokasi tersebut, sudah masuk ke dapur perencanaan, sehingga paling lambat akhir tahun ini (2021) nanti sudah tuntas.

Dengan demikian, begitu pembahasan RAPBD Murni Tahun 2022 Kabupaten Pati, pagu anggaran untuk keperluan dimulainya tahapan pelaksanaan jalan tembus sudah tidak memunculkan kendala. Sebab, alokasi anggarannya yang disebut-sebut mencaspai Rp 2 miliar rupiah,  benar-benar sudah jelas dialokasikan, sehingga untuk pelaksanaan paket pekerjaan senilai itu di Tahun 2022 memang siap ditenderkan.

Kepala Seksi (Kasie) Jalan Bidang Binamarga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, ketika ditanya berkait hal itu tidak mengelak,  bahwa pembuatan perencanaan berkait pembangunan jalan tembus Kaliampo-Sokobubuk, memang harus secepatnya dipersiapkan. ”Sebab, ruas rencana jalan itu mencapai panjang 7,6 kilometer dan lebar 7 meter, sehingga tahapan awal pembuatan profil jalan harus sudah ditenderkan,”ujarnya.

Kondisi ruas jalan tembus Kaliampo-Sokobubuk pada bagian ujung dari arah Kaliampo yang tinggal memaksimalkan profilnya.(Foto:SN/aed)

Sementara itu, lanjutnya, untuk paket pekerjaan tahapan ini dialokasikan pagu anggaran anggaran sekitar Rp 2 miliar dengan harapan, hasilnya sudah maksimal. Sedangkan pekerjaan lanjutan sampai ruas jalan itu sudah beraspal, sudah pasti harus dilanjutkan lagi tahun anggaran berikutnya (2023) baru akses ruas jalan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Sedangkan pada tahapan awal, dalam penataan dan pembuatan profil jalan, termasuk menentukan tikungan (R), tanjakan dan turunan memang harus benar-benar cermat, mengingat lokasi lahan yang disediakan untuk keperluan itu berada di tengah-tengah kawasan Lereng Patiayam. Karena itu, pada bagian lahan yang kondisinya terlalu ekstrem memang harus dihindari sehingga akhirnya kondisi terakhir menjadi bertambah panjang.

Sebelumnya memang diperkirakan panjang seluruhnya mencapai 5 kilometer lebih, tapi hasil survei terakhir panjang ruas jalan tembus itu diketahui panjangnya mencapai 7,6 kilometer. ”Dari panjang ruas itu jika profilnya dibuat lurus mencapai panjang 5 kilometer, ada bagian lokasi yang kondisinya ekstrem sehingga harus dialihkan menjadi belok ke kiri, meskipun panjangnya bertambah dua kilometer lagi,”imbuhnya.