Pemanfaatan Pengolahan Biogas yang Terbengkalai Kembali Dipersiapkan

0
60
Instalasi untuk pengolahan biogas dari timbunan sampah di Tempat Pembunagan Akhir (TPA) Sanitary Landfill, di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati.

SAMIN-NEWS.com, PATI – Sejumlah inovasi memang sering dilakukan pihak Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati. Di antaranya adalah pengambilan gas metana yang sempat dimanfaatkan untuk kepentingan TPA sendiri, dan juga disalurkan pula untuk warga sekitar.

Tepatnya, warga Dukuh Jagan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, sehingga untuk kepentingan tersebut pihak Bidang Kebersihan dan Pertamanan harus memasang pipa paralon ukuran 3/4 inci untuk menyalurkan  gas langsung ke dapur warga. Akan tetapi dengan terbakarnya pipa gas metana di pinggir jalan sekitar kandang sapi, akhirnya untuk perbaikannya diabaikan sampai sekarang.

Pertimbangannya, jika perbaikan dilanjutkan lagi kemudian kebakaran pipa penyalur baik disengaja atau tidak, risikonya jika itu sampai merambat ke dapur warga tentu sangat bahaya. Dalam upaya tersebut, sedikitnya 40 warga juga mendapatkan bantuan kompor gas untuk satu tungku, tapi yang namanya gas kalau sudah tersulut api tentu sangat berbahaya.

Sementara itu, secara terpisah Kepala Seksi (Kasi) Kebersihan Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPUTR Kabupaten Pati, Sukarso, kini berkeinginan untuk mengaktifkan kembali rencana pengolahan biogas dari timpunan sampah yang sudah lama terbengkelai, di luar pengambilan gas metana. Instalasi pengambilan dan pengolahannya sebenarnya sudah disiapkan lebih dari satu tahun, tapi tidak ada kelanjutan sehingga terbengkalai sampai sekarang.

Karena itu gagasan untuk melanjutkannya kini sudah dipersiapkan dengan pagu anggaran yang tersedia lebih dari Rp 100 juta. Saat ini sedang dihitung untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan barang-barang apa saja, tapi khusus mesin pengolahnya sudah tersedia sehingga tinggal menunggu pembelian material untuk menata kelengkapan yang dibutuhkan.

Berkait hal tersebut, untuk tahun ini pelaksanaan pengelolaan kembali instalasi biogas dari timbunan sampah sudah siap. ”Jika rencana belanja untuk pembelian kelengkapan komponen yang dibutuhkan sudah siap, maka tinggal melakukan belanja barang-barang yang dibutuhkan kemudian siap dilakukan penataannya,” ujar Sukarso.