Paket Pekerjaan Gerbang Makam Astana Jatisari Tinggal Pembenahan Lingkungan

0
45
Gerbang makam Astana Jatisari
Gerbang makam Astana Jatisari, di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana dilihat dari dalam lingkungan makam para Bupati Juwana itu.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pihak rekanan yang mendapat paket pekerjaan pembangunan gerbang Makam Astana Jatisari, di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana, akhirnya berhasil menuntaskan paket pekerjaan utama. Yakni, sebuah gerbang dengan ketinggian empat meter bergaya arsitek campuran antara Mataram Islam maupun Belanda berhiaskan dua kuncup Kembang Wijaya Kusuma pada tiang gerbang sisi kiri dan kanan.

Dengan kondisi baru itu, bagi rekanan tersebut, Danu Aryanto masih ada yang terasa kurang tapi untuk melengkapi juga tidak bisa maksimal. Sebab, alokasi anggaran di luar lelang melainkan penunjukan langsung (PL) tersebut, mengingat besarannya kurang dari Rp 200 juta atau tepatnya hanya sebesar Rp 194 juta, tapi pihaknya tetap untuk menata lingkungan kompleks makam para Buati Juwana tersebut.

Selain pemasangan pavingblok tepat di depan gerbang masuk yang ternyata masih kurang, akhirnya pun dilengkapi sampai menyambung dengan pemasangan pavingblock yang tidak tuntas sebelumnya. ”Sekarang untuk akses penataan jalan masuk dengan material tersebut sudah tertata secara baik, sehingga bila hujan orang masuk kompleks makam posisinya aman dari tanah basah,”ujarnya.

Selebihnya, masih kata Danu Aryanto, pihaknya masih juga bersedia menata lokasi lingkungan makam, yaitu menguruk dan meninggikannya dengan tanah uruk. Sehingga lokasi sisi depan sebelah barat itu bila turun hujan deras tidak menjadi tempat genangan air, dan pembenahan lainnya juga dilakukan mengingat makam adalah tempat disemayamkannya para leluhur.

Jika lokasi tersebut dilakukan penataan, maka ke depan kondisinya tentu akan bertambah baik, termasuk pagar depan bagian samping kiri dan kanan gerbang. ”Sebab, kontrak pelaksanan pekerjaan yang harus kami lakukan, pagar depan hanya sebatas pada pagar yang menjadi bagian dari gerbang,”ungkapnya.

Terpisah salah seorang pengurus Yayasan Suro Wikromo Juwana, Raden Samudi tidak mengelak, bahwa rekanan yang bersangkutan memang bersedia diminta tolong untuk melakukan pembenahan lingkungan makam, barangkali dalam satu atau dua hari. ”Sedangkan untuk pagar depan maupun samping kiri, kami tetap mengharap pihak yang berkompeten tetap turun tangan karena makam Astana Jatisari di Juwana ini, sudah menjadi bagian dari situs budaya,”imbuhnya.