Karet Pelindung Dermaga dari Benturan Kapal Mulai Dipasang

0
32
Karet hitam sebagai pelindung dermaga kolam tambat kapal (marine rubber fender) dari kerusakan akibat benturan keras saat kapal merapat di dermaga, kini mulai dipasang pada sisi dalam dermaga.(Foto:SN/aed)

SAMIN-NEWS.com, PATI – Pihak rekanan pemenang tender paket pekerjaan kolam tambat kapal di kawasan Pulau Seprapat Juwana, kini mulai konsentrasi pada beberapa bagian pekerjaan yang menjadi tanggung jawahnya, Selain pembuatan konstruksi dermaga yang harus menyiapkan cetakan sementara beton (begisting), maka bagian pekerjaan tersebut juga harus diiikuti dengan pembesian.

Dua bagian pekerjaan tersebut, tentu menyita banyak waktu dan tenaga karena peranlainnya memang terlalu njelimet, karena itu wajar jika pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) mengharuskan agar rekanan melaksanakan kerja lembur. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya hal-hal di luar teknis, seperti turunnya hujan yang terjadi sewaktu-waktu.

Memang benar, dari pengamatan langsung di lokasi, jika hujan turun pada jam kerja di siang hari, maka untuk melaksanakan pekerjaan pembesian juga menghadapi gangguan. Yakni, lokasi pekerjaan di tempat terbuka sekitar dermaga tanahnya akan berlumpur bila dalam kondisi basah, dan jika ada kendaraan berat membawa material yang masuk ke lokasi juga terhambat.

Penanaman ”sheet pille” untuk angkur penguat tambatan juga sudah selesai dikerjakan.(Foto:SN/aed)

Hal tersebut dibenarkan PPKom yang bersangkutan dari  Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, H Darno, sehingga pihaknya pun benar-benar memperhatikan kondisi cuaca belakangan ini. Sedangkan dari sisi progres pelaksanaan pekerjaan memang tidak di bawah ketentuan hari kalender yang sudah dimanfaatkan, sehingga belum ada kekhawatiran yang harus diperhitungkan.

Dengan kata lain, jika sisa hari kalender tersebut benar-benar dimanfaatkan secara maksimal dengan kerja lembur, semua tetap akan bisa diselesaikan secara tuntas. ”Karena itu akan lebih baik, jika antara persiapan dan pelaksanaan dalam menghadapi datangnya hujan sewaktu-waktu itu maka paling tepat adalah tetap dengan kerja lembur,”tandasnya.

Sementara itu, pelaksana lapangan rekanan yang bersangkutan M  Kholik, tetap akan berupaya maksimal agar pelaksanaan pekerjaan paling memakan waktu, yaitu pembuatan begisting dan  pembesian jangan sampai ada keterlambatan. ”Pelaksanaan kedua pekerjaan itu harus saling mengisi, dan sekarang panjang dermaga yang dilakukan pengecoran sudah lebih dari sebagian,”imbuhnya.